AS Desak Ukraina Tak Terpaku Bela Kota Bakhmut, Ada Ancaman Lebih Besar

Minggu, 22 Januari 2023 - 01:01 WIB
loading...
AS Desak Ukraina Tak...
Prajurit Ukraina naik tank dekat kota garis depan Bakhmut, Donetsk, 20 Januari 2023. Foto/REUTERS/Oleksandr Ratushniak
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) percaya Ukraina harus "memfokuskan kembali" persiapan untuk serangan baru. Washington menunjukkan pertempuran sengit untuk kota timur Artyomovsk (disebut Bakhmut oleh Ukraina) mungkin "menghambat" Kiev.

Laporan beberapa outlet berita itu mengutip seorang pejabat senior AS. Komentar tersebut bertentangan dengan laporan media Barat selama berbulan-bulan yang menggambarkan kota itu sebagai area kunci dan strategis.

Berbicara kepada sekelompok kecil wartawan pada Jumat, seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Presiden AS Joe Biden (yang menolak disebutkan namanya atau dikutip kata demi kata) mengatakan, “Ukraina seharusnya tidak terpaku pada mempertahankan kota Bakhmut dengan cara apa pun.”

Dalam laporan AFP, Kiev disarankan menggunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan serangan balasan besar-besaran terhadap Rusia.

Baca juga: Gerombolan Drone Kamikaze Serang Pangkalan AS di Suriah

“Fokus yang kuat pada kota itu menghambat Ukraina dalam tugas yang lebih penting, mengorganisir serangan musim semi untuk merebut kembali wilayah yang hilang dari Moskow,” ujar pejabat itu.

Sumber itu mencatat “waktu menguntungkan Rusia” karena jumlah pasukan dan artileri yang lebih unggul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Berita Terkini
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved