AS Desak Ukraina Tak Terpaku Bela Kota Bakhmut, Ada Ancaman Lebih Besar

Minggu, 22 Januari 2023 - 01:01 WIB
loading...
A A A
“Bahkan jika Moskow berhasil merebut kota itu, itu tidak akan secara strategis mengubah dinamika di medan perang. Itu tidak akan membuat Ukraina kembali ke tingkat di mana mereka tiba-tiba mundur dan mereka kalah,” papar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby sebelumnya pada Jumat.

Kota Artyomovsk telah menjadi benteng tentara Ukraina sejak kudeta 2014 di Kiev. Itu adalah bagian dari garis pertahanan sepanjang 70 kilometer yang dibuat pasukan Ukraina selama tahun-tahun berikutnya.

Rusia mengklaim kedaulatan atas kota itu bersama dengan Republik Rakyat Donetsk lainnya, yang bergabung dengan Rusia pada Oktober setelah referendum. Kiev menolak pemungutan suara itu sebagai "palsu".

Kota tersebut tetap menjadi pusat logistik utama bagi pasukan Ukraina di wilayah tersebut dan telah muncul sebagai titik fokus konflik dalam beberapa bulan terakhir.

Pasukan Rusia telah mencapai beberapa kemenangan di daerah itu selama beberapa pekan terakhir, merebut kota Soledar dan desa strategis Klescheevka di antara beberapa permukiman lain saat mereka berusaha mengepung Artyomovsk.

Meskipun masih belum jelas apakah Kiev akan mengindahkan saran tersebut, komentar dari pejabat AS muncul setelah laporan Jumat oleh Der Spiegel, yang mengutip Badan Intelijen Federal Jerman (BND) sebagai "khawatir" atas kerugian besar yang diderita pasukan Ukraina di daerah itu.

Awal pekan ini, surat kabar Inggris The Times juga melaporkan Kiev telah mengirim pasukan dengan perlengkapan yang buruk dengan sedikit pengalaman tempur untuk mempertahankan Artyomovsk.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Masih Trauma, Iran Belum...
Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai
Rekomendasi
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Eks Panglima Militer...
Eks Panglima Militer Ukraina: Hampir Tak Ada Peluang Bertahan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved