Pilot AS Ini Tembak Jatuh 4 Jet MiG Soviet dalam 35 Menit, Merahasiakannya Selama 50 Tahun

Sabtu, 21 Januari 2023 - 19:33 WIB
loading...
Pilot AS Ini Tembak...
Royce Williams, legenda pilot tempur AS yang tembak jatuh 4 jet MiG Soviet dalam 35 menit saat Perang Korea. Foto/Facebook Royce Williams
A A A
WASHINGTON - Royce Williams adalah "Top Gun" di kehidupan nyata 10 tahun sebelum Tom Cruise lahir.

Pada suatu hari yang dingin di bulan November tahun 1952, Williams menembak jatuh empat jet tempur MiG Uni Soviet—dan menjadi legenda yang tidak akan pernah didengar oleh siapa pun selama lebih dari 50 tahun.

Mantan penerbang Angkatan Laut Amerika Serikat yang sekarang berusia 97 tahun itu diberikan Navy Cross, penghargaan militer tertinggi kedua dalam sebuah upacara hari Jumat (20/1/2023) di California.

Sekretaris Angkatan Laut Carlos Del Toro mengatakan pada hari Jumat bahwa di antara banyak proposal yang telah dia tinjau untuk meningkatkan penghargaan pelaut, kasus Williams menonjol di atas yang lainnya. "Sangat jelas bagi saya bahwa tindakannya benar-benar luar biasa dan lebih dekat dengan kriteria yang menggambarkan medali yang lebih tinggi," katanya.

Baca juga: Iran Berupaya Tembak Jatuh 'Jet Tempur Siluman F-35' dalam Latihan Perang

“Kebebasan tidak murah,” kata Del Toro. “Itu datang melalui pengorbanan semua orang yang telah dan terus bertugas di militer saat ini. Tindakan Anda hari itu membuat Anda bebas. Itumembebaskan rekan-rekan sekapal Anda di Gugus Tugas 77. Memang,itu membebaskan kami semua," paparnya, seperti dikutip CNN, Sabtu (21/1/2023).

Inilah yang dilakukan Williams untuk mendapatkan kehormatan itu.

Kalah Jumlah dan Persenjataan

Pada 18 November 1952, Williams menerbangkan F9F Panther—jet tempur pertama Angkatan Laut AS—dalam misi selama Perang Korea.

Dia lepas landas dari kapal induk USS Oriskany, yang beroperasi dengan tiga kapal induk lain dalam satuan tugas di Laut Jepang, juga dikenal sebagai Laut Timur, 100 mil lepas pantai Korea Utara.

Williams, yang saat itu berusia 27 tahun, dan tiga pilot pesawat tempur lainnya diperintahkan untuk melakukan patroli udara tempur di bagian paling utara Semenanjung Korea, dekat Sungai Yalu, yang memisahkan Korea Utara dari China. Di timur laut adalah Rusia, yang saat itu merupakan bagian dari Uni Soviet, yang mendukung Korea Utara dalam konflik tersebut.

Saat empat jet Angkatan Laut AS menerbangkan patroli mereka, pemimpin kelompok itu mengalami masalah mekanis dan dengan wingman-nya, kembali ke satuan tugas di lepas pantai.

Itu membuat Williams dan wingman-nya sendirian dalam misi.

Baca juga: AS Larang Pilot Israel Berpaspor Asing Terbangkan Jet Tempur Siluman F-35, Ini Alasannya

Kemudian, yang mengejutkan mereka, tujuh jet tempur MiG-15 Soviet diidentifikasi menuju gugus tugas AS.

“Mereka tidak keluar dari Rusia dan melibatkan kami dengan cara apa pun sebelumnya,” kata Williams dalam wawancara tahun 2021 dengan American Veterans Center.

Komandan yang waspada di gugus tugas memerintahkan dua jet Angkatan Laut AS untuk menempatkan diri di antara MiG dan kapal perang AS.

Saat melakukan itu, kenang Williams, empat MiG Soviet berbalik ke arahnya dan melepaskan tembakan.

Dia mengatakan diriny menembaki ekor MiG, yang kemudian keluar dari formasi empat pesawat Soviet, dengan wingman Williams mengikuti jet Soviet turun.

Pada saat itu, kata dia, komandan AS di kapal induk memerintahkannya untuk tidak melawan Soviet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Hebatnya Jet Tempur...
Hebatnya Jet Tempur Rusia Tembak Su-27 Ukraina dalam Jarak 130 Km
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved