Rusia: Akhir Konflik Ukraina Hanya setelah Tujuan Moskow Tercapai
Sabtu, 14 Januari 2023 - 16:14 WIB
Nebenzia mencatat, “Jika hasil ini dapat dicapai melalui negosiasi, kami siap untuk skenario ini. Jika tidak, maka tugas kita akan tercapai dengan cara militer.”
Diplomat itu menegaskan kembali bahwa Rusia berperang bukan melawan rakyat Ukraina, melainkan melawan "rezim kriminal nasionalis yang berkuasa pada tahun 2014" setelah kudeta di Kiev.
Menurut dia, kepemimpinan Ukraina yang baru telah mencoba membersihkan negara itu dari "segala sesuatu yang berhubungan dengan Rusia, dan memuliakan kaki tangan Nazi."
Nebenzia menyatakan, "Semuanya bisa berakhir berbeda untuk Ukraina," jika Kiev telah menegakkan Perjanjian Minsk yang sekarang sudah tidak ada, yang ditandatangani pada tahun 2014 dan 2015 dalam upaya membuka jalan bagi perdamaian dengan memberikan status khusus kepada Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk dalam negara Ukraina.
Namun, baik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atau pendahulunya, maupun Prancis dan Jerman, yang mengambil bagian dalam negosiasi Perjanjian Minsk, tidak pernah bermaksud memenuhi rencana tersebut, menurut Nebenzia.
“Proses diplomatik ini hanya berfungsi sebagai tabir asap di mana mereka secara diam-diam mempersenjatai Ukraina untuk melawan Rusia,” papar dia.
Diplomat itu menegaskan kembali bahwa Rusia berperang bukan melawan rakyat Ukraina, melainkan melawan "rezim kriminal nasionalis yang berkuasa pada tahun 2014" setelah kudeta di Kiev.
Menurut dia, kepemimpinan Ukraina yang baru telah mencoba membersihkan negara itu dari "segala sesuatu yang berhubungan dengan Rusia, dan memuliakan kaki tangan Nazi."
Nebenzia menyatakan, "Semuanya bisa berakhir berbeda untuk Ukraina," jika Kiev telah menegakkan Perjanjian Minsk yang sekarang sudah tidak ada, yang ditandatangani pada tahun 2014 dan 2015 dalam upaya membuka jalan bagi perdamaian dengan memberikan status khusus kepada Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk dalam negara Ukraina.
Namun, baik Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atau pendahulunya, maupun Prancis dan Jerman, yang mengambil bagian dalam negosiasi Perjanjian Minsk, tidak pernah bermaksud memenuhi rencana tersebut, menurut Nebenzia.
“Proses diplomatik ini hanya berfungsi sebagai tabir asap di mana mereka secara diam-diam mempersenjatai Ukraina untuk melawan Rusia,” papar dia.
Lihat Juga :