Tembak Jatuh Drone, Iran Gelar Latihan Perang Besar-besaran

Senin, 02 Januari 2023 - 11:01 WIB
Pejabat senior militer itu mengatakan embargo senjata terhadap Iran belum efektif karena negara itu sekarang mampu memproduksi sejumlah besar senjata di dalam negeri.

Yang penting, latihan perang itu dilakukan ketika para pejabat AS telah memperingatkan "alternatif" jika pembicaraan kesepakatan nuklir yang berlarut-larut di Wina gagal.

Kebuntuan dalam pembicaraan, yang berlangsung sejak April 2021, telah mengobarkan ketegangan antara Iran dan Barat, yang semakin diperburuk laporan tentang pasokan drone Iran ke Rusia untuk digunakan dalam perang Ukraina.

Pejabat Iran membantah tuduhan tersebut, meskipun mengakui "sejumlah kecil" drone dikirim ke Moskow "berbulan-bulan sebelum perang" sebagai bagian dari kerja sama pertahanan antara kedua negara.

Beberapa media Barat telah menerbitkan foto-foto "sisa-sisa" drone buatan Iran, Shahed-136 dan Mohajer-6, yang diduga digunakan di Ukraina oleh pasukan Rusia.

Pekan lalu, jenderal militer top Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengatakan Teheran bertekad memperkuat industri drone dan bekerja sama dengan negara lain dalam pembuatan kendaraan udara tak berawak.

Namun, dia berhenti menyebutkan nama negara tertentu yang bekerja sama dengan Teheran dalam mengembangkan UAV.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!