Ukraina Dilanda Gelombang Serangan Drone Iran

Sabtu, 31 Desember 2022 - 09:05 WIB
Menurut Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrskyi, setidaknya tiga orang tewas dan enam lainnya luka-luka.

Penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, menggambarkan serangan hari Kamis sebagai kejahatan dan menuduh Moskow berusaha untuk menghancurkan infrastruktur kritis dan membunuh warga sipil secara massal.

Moskow telah berulang kali membantah menargetkan warga sipil dalam serangan misilnya. Namun, Presiden Vladimir Putin baru-baru ini mengakui bahwa pasukan Rusia telah menghantam fasilitas energi kritis Ukraina.

Kementerian Pertahanan Moskow menggambarkan serangan itu sebagai serangan besar-besaran terhadap situs militer menggunakan senjata presisi tinggi jarak jauh, dan tujuannya tercapai, menurut media pemerintah.

Pemerintah di Kiev telah memohon kepada para pemimpin Barat untuk memberikannya pertahanan udara tambahan, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru ini setuju untuk memasok sistem Patriotnya.

Serangan hari Kamis terjadi hanya beberapa jam setelah Kremlin menolak saran Ukraina bahwa pembicaraan damai dapat dimulai pada tahun 2023.

Baca: AS Tenangkan Rusia Soal Rudal Patriot untuk Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!