Aksi Bom Bunuh Diri ISIS di Raqqa Tewaskan 6 Pasukan Keamanan Kurdi
Selasa, 27 Desember 2022 - 01:30 WIB
Ribuan militan yang tersisa dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar bersembunyi di pedalaman terpencil, meskipun mereka masih mampu melakukan serangan gaya pemberontak.
Serangan besar Daesh di penjara Al-Sina'a yang dikelola SDF di kota Hasaka, timur laut Suriah pada Januari menyebabkan sekitar 500 orang tewas, termasuk 374 orang yang terkait dengan Daesh dan puluhan pejuang SDF dan staf penjara, kata SDF.
Baca: Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Sebelumnya, pada pertengahan Desember, ISIS dilaporkan telah membantai sembilan petugas polisi federal Irak yang sedang patroli. Kelompok itu meledakkan bom di pinggir jalan, dan kemudian membunuh para petugas dengan tembakan senapan mesin dan granat.
ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas pembantaian sembilan petugas polisi di Kirkuk, Irak utara. Serangan ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan di Irak dalam beberapa bulan terakhir. "Petempur ISIS menyerang patroli polisi, meledakkan alat peledak kemudian menyerang mereka dengan senapan mesin dan granat tangan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan di aplikasi Telegram.
Serangan besar Daesh di penjara Al-Sina'a yang dikelola SDF di kota Hasaka, timur laut Suriah pada Januari menyebabkan sekitar 500 orang tewas, termasuk 374 orang yang terkait dengan Daesh dan puluhan pejuang SDF dan staf penjara, kata SDF.
Baca: Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Sebelumnya, pada pertengahan Desember, ISIS dilaporkan telah membantai sembilan petugas polisi federal Irak yang sedang patroli. Kelompok itu meledakkan bom di pinggir jalan, dan kemudian membunuh para petugas dengan tembakan senapan mesin dan granat.
ISIS juga mengaku bertanggung jawab atas pembantaian sembilan petugas polisi di Kirkuk, Irak utara. Serangan ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan di Irak dalam beberapa bulan terakhir. "Petempur ISIS menyerang patroli polisi, meledakkan alat peledak kemudian menyerang mereka dengan senapan mesin dan granat tangan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan di aplikasi Telegram.
(esn)
Lihat Juga :