Paus Francis: Ingatlah Perang yang Melelahkan dan Orang Miskin
Minggu, 25 Desember 2022 - 07:07 WIB
"Pria dan wanita di dunia kita, dalam kelaparan mereka akan kekayaan dan kekuasaan, bahkan memakan tetangga mereka, saudara laki-laki dan perempuan mereka," katanya.
"Berapa banyak perang yang telah kita saksikan! Dan di berapa banyak tempat, bahkan hari ini, martabat dan kebebasan manusia diperlakukan dengan hina!" imbuhnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (25/12/2022).
Sejak Rusia menginvasi tetangganya pada bulan Februari, Paus Francis telah berbicara menentang perang di hampir setiap acara publik, setidaknya dua kali seminggu, mencela apa yang disebutnya kekejaman dan agresi yang tidak beralasan.
Namun dia tidak secara khusus menyebut perang di Ukraina pada Sabtu malam.
"Seperti biasa, korban utama dari keserakahan manusia ini adalah yang lemah dan rentan," ujarnya, mencela dunia yang rakus akan uang, kekuasaan, dan kesenangan.
Baca: Profil Paus Fransiskus yang Teken Surat Pengunduran Diri saat Menjabat
"Saya pikir di atas semua anak-anak yang dilahap oleh perang, kemiskinan dan ketidakadilan," katanya juga menyebutkan anak-anak yang belum lahir, miskin dan terlupakan.
"Berapa banyak perang yang telah kita saksikan! Dan di berapa banyak tempat, bahkan hari ini, martabat dan kebebasan manusia diperlakukan dengan hina!" imbuhnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (25/12/2022).
Sejak Rusia menginvasi tetangganya pada bulan Februari, Paus Francis telah berbicara menentang perang di hampir setiap acara publik, setidaknya dua kali seminggu, mencela apa yang disebutnya kekejaman dan agresi yang tidak beralasan.
Namun dia tidak secara khusus menyebut perang di Ukraina pada Sabtu malam.
"Seperti biasa, korban utama dari keserakahan manusia ini adalah yang lemah dan rentan," ujarnya, mencela dunia yang rakus akan uang, kekuasaan, dan kesenangan.
Baca: Profil Paus Fransiskus yang Teken Surat Pengunduran Diri saat Menjabat
"Saya pikir di atas semua anak-anak yang dilahap oleh perang, kemiskinan dan ketidakadilan," katanya juga menyebutkan anak-anak yang belum lahir, miskin dan terlupakan.
Lihat Juga :