Belarusia Akui Jalin Persahabatan dengan Moskow agar Tak Diinvasi Rusia
Minggu, 18 Desember 2022 - 01:09 WIB
Sejak Putin meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Belarusia telah muncul sebagai salah satu sekutu strategis terdekat Rusia saat Moskow menghadapi kecaman Barat.
Lukashenko secara terbuka mendukung pemimpin Rusia, bahkan mengizinkan pasukan Rusia memasuki Ukraina dari perbatasan Belarusia-Ukraina, memberikan akses yang lebih dekat ke Ibu Kota Ukraina, Kiev.
"Saya mengatakan ini dengan sangat tulus: dengan segala kesulitan, jika Federasi Rusia-—para pemimpin-—ingin membangun hubungan dengan negara Belarusia yang berdaulat dan merdeka, jika Rusia memandang kami sebagai negara yang berdaulat dan merdeka tetapi sangat dekat, sangat dapat diandalkan, di mana segala sesuatu yang berbau Rusia—-dari bahasa hingga tradisi Rusia—-dihormati, kami siap membangun hubungan," kata Lukashenko.
"Namun kita harus selalu berangkat dari premis bahwa kita adalah negara yang berdaulat dan merdeka."
Desas-desus telah beredar dalam beberapa bulan terakhir mengenai Belarusia yang memasukkan dirinya secara militer dalam konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Pejabat Kiev sebelumnya memperingatkan Belarusia bahwa Kiev akan menanggapi dengan keras seperti ketika menanggapi setiap penjajah di wilayah Ukraina.
Bahkan jika tentara Belarusia mendapat perintah dari Minsk untuk bergabung dalam perang Rusia di Ukraina, Kementerian Pertahanan Inggris telah menyatakan ketidakpastian dampak Belarusia dalam skenario teoretis tersebut.
Sementara itu dalam sebuah laporan dari awal pekan ini, The Institute for the Study of War (ISW) menyatakan bahwa keterlibatan Belarusia tetap "sangat tidak mungkin."
Lukashenko secara terbuka mendukung pemimpin Rusia, bahkan mengizinkan pasukan Rusia memasuki Ukraina dari perbatasan Belarusia-Ukraina, memberikan akses yang lebih dekat ke Ibu Kota Ukraina, Kiev.
"Saya mengatakan ini dengan sangat tulus: dengan segala kesulitan, jika Federasi Rusia-—para pemimpin-—ingin membangun hubungan dengan negara Belarusia yang berdaulat dan merdeka, jika Rusia memandang kami sebagai negara yang berdaulat dan merdeka tetapi sangat dekat, sangat dapat diandalkan, di mana segala sesuatu yang berbau Rusia—-dari bahasa hingga tradisi Rusia—-dihormati, kami siap membangun hubungan," kata Lukashenko.
"Namun kita harus selalu berangkat dari premis bahwa kita adalah negara yang berdaulat dan merdeka."
Desas-desus telah beredar dalam beberapa bulan terakhir mengenai Belarusia yang memasukkan dirinya secara militer dalam konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Pejabat Kiev sebelumnya memperingatkan Belarusia bahwa Kiev akan menanggapi dengan keras seperti ketika menanggapi setiap penjajah di wilayah Ukraina.
Bahkan jika tentara Belarusia mendapat perintah dari Minsk untuk bergabung dalam perang Rusia di Ukraina, Kementerian Pertahanan Inggris telah menyatakan ketidakpastian dampak Belarusia dalam skenario teoretis tersebut.
Sementara itu dalam sebuah laporan dari awal pekan ini, The Institute for the Study of War (ISW) menyatakan bahwa keterlibatan Belarusia tetap "sangat tidak mungkin."
Lihat Juga :