Keracunan Minuman Keras, 31 Orang Tewas di India
Jum'at, 16 Desember 2022 - 13:11 WIB
Menteri utama Bihar Nitish Kumar menolak tuntutan oposisi dan mengatakan larangan penjualan minuman keras adalah bukan keinginan pribadinya tetapi tanggapan atas teriakan para wanita di negara bagian itu.
“Mereka yang minum minuman keras jelas akan mati. Kami punya contoh dalam kasus ini,” katanya kepada wartawan dalam bahasa Hindi.
Menurut International Spirits and Wine Association of India dari perkiraan lima miliar liter alkohol yang diminum setiap tahun di negara itu, sekitar 40 persen diproduksi secara ilegal.
Minuman keras ilegal sering dibubuhi metanol untuk meningkatkan potensinya. Jika tertelan, metanol dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan hati dan kematian.
Pada bulan Juli, 42 orang tewas di negara bagian barat Gujarat setelah meminum minuman keras oplosan. Gujarat adalah negara bagian India lainnya yang melarang produksi, penjualan, dan konsumsi minuman keras.
Pada tahun 2020, sekitar 120 orang tewas di negara bagian Punjab utara dalam insiden serupa.
Baca: Ngeri! Dokter di India Keluarkan 1,5 Kg Koin dari Perut Seorang Pria
“Mereka yang minum minuman keras jelas akan mati. Kami punya contoh dalam kasus ini,” katanya kepada wartawan dalam bahasa Hindi.
Menurut International Spirits and Wine Association of India dari perkiraan lima miliar liter alkohol yang diminum setiap tahun di negara itu, sekitar 40 persen diproduksi secara ilegal.
Minuman keras ilegal sering dibubuhi metanol untuk meningkatkan potensinya. Jika tertelan, metanol dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan hati dan kematian.
Pada bulan Juli, 42 orang tewas di negara bagian barat Gujarat setelah meminum minuman keras oplosan. Gujarat adalah negara bagian India lainnya yang melarang produksi, penjualan, dan konsumsi minuman keras.
Pada tahun 2020, sekitar 120 orang tewas di negara bagian Punjab utara dalam insiden serupa.
Baca: Ngeri! Dokter di India Keluarkan 1,5 Kg Koin dari Perut Seorang Pria
(ian)
Lihat Juga :