Ribuan Demonstran Turun ke Jalan Menentang Hukuman Wali Kota Istanbul
Jum'at, 16 Desember 2022 - 06:30 WIB
"Hak, hukum, keadilan. ... Akan tiba saatnya AKP dimintai pertanggungjawaban," teriak massa.
Baca: Erdogan: Turki Lanjutkan Pembicaraan dengan Rusia-Ukraina untuk Akhiri Perang
Pemilihan presiden dan parlemen tahun depan, yang akan diadakan pada bulan Juni, dapat menjadi salah satu tantangan politik terbesar bagi kekuasaan Erdogan selama dua dekade, karena rakyat Turki bergulat dengan melonjaknya biaya hidup dan jatuhnya mata uang. Lira jatuh ke rekor terendah terhadap dolar minggu ini.
"Pemerintah takut dan itulah mengapa ada vonis seperti itu. Tidak ada yang bisa menghentikan bangsa ini," kata Filiz Kumbasar, 56, yang melakukan perjalanan ke rapat umum dari Duzce, sebuah kota 200 km dari Istanbul.
Imamoglu dihukum karena menghina pejabat publik dalam pidatonya, setelah dia memenangkan pemilu Istanbul pada 2019. Para kritikus mengatakan, pengadilan Turki tunduk pada kehendak Erdogan. Pemerintah mengatakan peradilan itu independen.
"Anda sudah mengalahkan mereka dua kali dan Anda akan melakukannya lagi," kata Imamoglu kepada orang banyak. Ia merujuk pada pemungutan suara awal pada 2019 yang dimenangkannya, tetapi dibatalkan dan pemilihan ulang yang mengikuti dan yang juga dimenangkannya.
Baca: Erdogan: Turki Lanjutkan Pembicaraan dengan Rusia-Ukraina untuk Akhiri Perang
Pemilihan presiden dan parlemen tahun depan, yang akan diadakan pada bulan Juni, dapat menjadi salah satu tantangan politik terbesar bagi kekuasaan Erdogan selama dua dekade, karena rakyat Turki bergulat dengan melonjaknya biaya hidup dan jatuhnya mata uang. Lira jatuh ke rekor terendah terhadap dolar minggu ini.
"Pemerintah takut dan itulah mengapa ada vonis seperti itu. Tidak ada yang bisa menghentikan bangsa ini," kata Filiz Kumbasar, 56, yang melakukan perjalanan ke rapat umum dari Duzce, sebuah kota 200 km dari Istanbul.
Imamoglu dihukum karena menghina pejabat publik dalam pidatonya, setelah dia memenangkan pemilu Istanbul pada 2019. Para kritikus mengatakan, pengadilan Turki tunduk pada kehendak Erdogan. Pemerintah mengatakan peradilan itu independen.
"Anda sudah mengalahkan mereka dua kali dan Anda akan melakukannya lagi," kata Imamoglu kepada orang banyak. Ia merujuk pada pemungutan suara awal pada 2019 yang dimenangkannya, tetapi dibatalkan dan pemilihan ulang yang mengikuti dan yang juga dimenangkannya.
Lihat Juga :