Bos NATO: Kepercayaan antara Barat dan Rusia Telah Hancur!
Selasa, 13 Desember 2022 - 09:47 WIB
“Bahkan jika pertempuran berakhir, kami tidak akan kembali ke hubungan yang normal, bersahabat, dengan Rusia. Kepercayaan telah dihancurkan,” katanya.
“Saya pikir perang memiliki konsekuensi jangka panjang bagi hubungan dengan Rusia," lanjut dia.
Komentar Stoltenberg datang ketika perang Rusia di Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda melambat selama periode musim dingin, meskipun ada ekspektasi di antara beberapa analis Barat bahwa baik Ukraina maupun Rusia dapat mencari jeda dalam pertempuran untuk mengumpulkan kembali kekuatannya sebelum perang berlanjut pada musim semi.
Alih-alih terjadi jeda pertempuran, perang sengit justru berkecamuk di Ukraina timur. Serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia terus mengganggu desa-desa Ukraina di selatan dan timur negara itu.
Baca juga: Sekjen NATO Khawatir Perang Ukraina Bisa Menjadi Konflik yang Lebih Luas
Rusia juga terus menggempur infrastruktur energi Ukraina dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil. Sebagai contoh, serangan drone pada hari Sabtu pekan lalu menyebabkan 1,5 juta orang di kota pelabuhan Odesa hidup tanpa listrik.
“Saya pikir perang memiliki konsekuensi jangka panjang bagi hubungan dengan Rusia," lanjut dia.
Komentar Stoltenberg datang ketika perang Rusia di Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda melambat selama periode musim dingin, meskipun ada ekspektasi di antara beberapa analis Barat bahwa baik Ukraina maupun Rusia dapat mencari jeda dalam pertempuran untuk mengumpulkan kembali kekuatannya sebelum perang berlanjut pada musim semi.
Alih-alih terjadi jeda pertempuran, perang sengit justru berkecamuk di Ukraina timur. Serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia terus mengganggu desa-desa Ukraina di selatan dan timur negara itu.
Baca juga: Sekjen NATO Khawatir Perang Ukraina Bisa Menjadi Konflik yang Lebih Luas
Rusia juga terus menggempur infrastruktur energi Ukraina dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil. Sebagai contoh, serangan drone pada hari Sabtu pekan lalu menyebabkan 1,5 juta orang di kota pelabuhan Odesa hidup tanpa listrik.
Lihat Juga :