Serbia Peringatkan Situasi Kosovo di Ambang Perang
Sabtu, 10 Desember 2022 - 05:19 WIB
Brnabic menunjuk ke beberapa insiden pekan ini, termasuk KFOR dan polisi etnis Albania menggerebek taman kanak-kanak di Leposavic.
Dia mengatakan pemerintah Kosovo yang dipimpin Albin Kurti melanggar perjanjian Kumanovo dan Brussels setiap hari, mengacu pada gencatan senjata 1999 dan kesepakatan teknis 2013.
“Selain penggerebekan taman kanak-kanak, otoritas etnis Albania menghancurkan seluruh stok kilang anggur keluarga Serbia di Velika Hoca dan secara harfiah menduduki seluruh kota Kosovska Mitrovica dengan ratusan polisi khusus bersenjata lengkap,” ujar Petar Petkovic, komisaris pemerintah Serbia untuk Kosovo, Kamis.
Baca juga: Sumber Orang Dalam Ungkap Daftar Hitam Rahasia Twitter
Petkovic juga memperingatkan, "Orang-orang di Barat yang tugasnya menjaga Kurti tetap sejalan" bahwa Presiden Aleksandar Vucic sangat serius ketika dia mengatakan Serbia tidak akan membiarkan pogrom lagi di provinsi itu.
Duta Besar Rusia di Beograd, Alexander Botsan-Kharchenko, mengatakan, “Tindakan Pristina merupakan kampanye intimidasi dan penindasan terhadap orang-orang Serbia yang bertujuan menguasai daerah-daerah mayoritas Serbia dengan kesabaran dan bahkan dukungan dari Barat.”
“Tentu saja Barat tidak peduli mengimplementasikan perjanjian yang mereka mediasi,” ujar Botsan-Kharchenko. “Yang penting bagi mereka adalah mengulur waktu untuk tim yang mereka dukung.”
Dia mengatakan pemerintah Kosovo yang dipimpin Albin Kurti melanggar perjanjian Kumanovo dan Brussels setiap hari, mengacu pada gencatan senjata 1999 dan kesepakatan teknis 2013.
“Selain penggerebekan taman kanak-kanak, otoritas etnis Albania menghancurkan seluruh stok kilang anggur keluarga Serbia di Velika Hoca dan secara harfiah menduduki seluruh kota Kosovska Mitrovica dengan ratusan polisi khusus bersenjata lengkap,” ujar Petar Petkovic, komisaris pemerintah Serbia untuk Kosovo, Kamis.
Baca juga: Sumber Orang Dalam Ungkap Daftar Hitam Rahasia Twitter
Petkovic juga memperingatkan, "Orang-orang di Barat yang tugasnya menjaga Kurti tetap sejalan" bahwa Presiden Aleksandar Vucic sangat serius ketika dia mengatakan Serbia tidak akan membiarkan pogrom lagi di provinsi itu.
Duta Besar Rusia di Beograd, Alexander Botsan-Kharchenko, mengatakan, “Tindakan Pristina merupakan kampanye intimidasi dan penindasan terhadap orang-orang Serbia yang bertujuan menguasai daerah-daerah mayoritas Serbia dengan kesabaran dan bahkan dukungan dari Barat.”
“Tentu saja Barat tidak peduli mengimplementasikan perjanjian yang mereka mediasi,” ujar Botsan-Kharchenko. “Yang penting bagi mereka adalah mengulur waktu untuk tim yang mereka dukung.”
Lihat Juga :