Barat Sebut Rusia Kehabisan Drone Buatan Iran

Rabu, 07 Desember 2022 - 14:40 WIB
Sementara itu, dilansir dari Insider, seorang pejabat militer Ukraina, Yevgeny Silkin mengatakan, Rusia baru-baru ini telah berhenti menggunakan drone buatan Iran karena tidak dapat bekerja dalam cuaca dingin. Ia mencatat bahwa drone Iran dibuat dengan plastik dan bahan lain yang tidak tahan terhadap embun beku.

Dalam pembaruan informasi intelijen pada akhir November, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan tidak ada laporan publik tentang serangan pesawat tak berawak dalam "serangan satu arah" (OWA) sejak 17 November. Lapran itu merujuk pada pesawat tak berawak bunuh diri buatan Iran Shahed-136 yang menjadi senjata pilihan pasukan Rusia.

"Rusia kemungkinan hampir kehabisan stoknya saat ini, tetapi mungkin akan mencari pasokan kembali," kata Kementerian Pertahanan Inggris saat itu.

“Rusia mungkin bisa mendapatkan UAV dari luar negeri lebih cepat daripada memproduksi rudal jelajah baru di dalam negeri,” sambung kementerian itu.

Pejabat tinggi intelijen Amerika Serikat (AS), Direktur Intelijen Nasional Avril Haines mengatakan baru-baru ini bahwa Rusia membakar persediaan amunisinya lebih cepat daripada yang dapat diisi ulang. Drone adalah alternatif yang lebih murah.

Pejabat AS telah memperingatkan selama musim panas bahwa Iran sedang bersiap untuk mengirim pesawat tak berawak ke Rusia, dan kemudian senjata tersebut pertama kali terlihat di medan perang pada awal September. Senjata-senjata ini, kata kementerian pertahanan Inggris, termasuk Shahed-136, Shahed-129, Shahed-191, dan Qods Mohajer-6 dan digunakan dalam "ratusan" serangan terhadap Ukraina pada minggu-minggu berikutnya.

Baca: Zelensky Dituding Coba Seret AS dan NATO untuk Perang Langsung dengan Rusia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!