Turki: Jika Ingin Gabung NATO, Finlandia Harus Akhiri Embargo Senjata
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:20 WIB
Swedia dan Finlandia meninggalkan kebijakan nonblok militer mereka yang telah berlangsung lama dan melamar keanggotaan dalam aliansi tersebut. Langkah ini diambil setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada bulan Februari, di tengah kekhawatiran bahwa Rusia mungkin akan menargetkan mereka selanjutnya.
Tetapi, Turki yang beranggotakan NATO telah menahan tawaran Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan aliansi militer, menuduh kedua negara Nordik mengabaikan ancaman terhadap Turki dari militan Kurdi dan kelompok lain yang dianggapnya sebagai teroris dan menekan mereka untuk menindak kelompok-kelompok ini. Ankara juga menekan kedua negara untuk mencabut larangan de-facto penjualan senjata ke Turki.
Baca: PM Finlandia Desak Negara Demokrasi Tingkatkan Sanksi pada Rusia
Swedia mengumumkan pada bulan September bahwa mereka mencabut embargo senjata yang telah diberlakukan di Ankara pada tahun 2019 setelah operasi militer Turki melawan milisi Kurdi di Suriah.
Turki, yang menuduh negara-negara Nordik mengabaikan ancaman terhadapnya dari militan Kurdi dan kelompok lain yang dianggapnya sebagai teroris, belum mendukung aksesi mereka. Parlemen Turki dan Hongaria belum meratifikasi aplikasi mereka. 28 negara anggota NATO lainnya telah melakukannya.
Tetapi, Turki yang beranggotakan NATO telah menahan tawaran Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan aliansi militer, menuduh kedua negara Nordik mengabaikan ancaman terhadap Turki dari militan Kurdi dan kelompok lain yang dianggapnya sebagai teroris dan menekan mereka untuk menindak kelompok-kelompok ini. Ankara juga menekan kedua negara untuk mencabut larangan de-facto penjualan senjata ke Turki.
Baca: PM Finlandia Desak Negara Demokrasi Tingkatkan Sanksi pada Rusia
Swedia mengumumkan pada bulan September bahwa mereka mencabut embargo senjata yang telah diberlakukan di Ankara pada tahun 2019 setelah operasi militer Turki melawan milisi Kurdi di Suriah.
Turki, yang menuduh negara-negara Nordik mengabaikan ancaman terhadapnya dari militan Kurdi dan kelompok lain yang dianggapnya sebagai teroris, belum mendukung aksesi mereka. Parlemen Turki dan Hongaria belum meratifikasi aplikasi mereka. 28 negara anggota NATO lainnya telah melakukannya.
(esn)
Lihat Juga :