Anwar Ibrahim, dari 2 Kali Dipenjara hingga Jadi PM Malaysia
Kamis, 24 November 2022 - 14:51 WIB
Berbulan-bulan perseteruan dengan Mahathir atas penanganan Malaysia terhadap krisis keuangan Asia memuncak dengan Anwar dipecat dan dituduh melakukan sodomi—kejahatan serius di Malaysia—dan juga dituduh korupsi.
Saat itu, puluhan ribu orang turun ke jalan untuk mendukung Anwar yang mendapat dukungan dari sejumlah besar Muslim Melayu, kelompok etnis terbesar di negara multikultural, untuk mendorong gerakan reformasi.
1999
Anwar memanfaatkan momentum reformasi untuk mendirikan Parti Keadilan Nasional atau Partai Keadilan Nasional sebagai cikal bakal Parti Keadilan Rakyat (PKR). Secara terpisah, Anwar dihukum dan dipenjara atas tuduhan yang menurutnya bermotivasi politik.
2003
Mahathir mundur setelah 22 tahun sebagai perdana menteri.
2004-2013
Empat tahun setelah pembebasannya tahun 2004, Anwar kembali dituduh melakukan sodomi oleh seorang pembantu laki-laki. Anwar mengatakan tuduhan itu ditujukan untuk mencopotnya dari jabatannya sebagai pemimpin oposisi, yang nyaris mengalahkan Najib Razak—anak didik Mahathir lainnya—dalam pemilu 2013 yang disengketakan.
2015
Anwar dipenjara atas tuduhan sodomi untuk kedua kalinya.
2016-2017
Mahathir keluar dari UMNO di tengah seruan agar Najib Razak mengundurkan diri atas skandal korupsi miliaran dolar di lembaga dana negara; 1MDB.
Mahathir membentuk partai baru, Bersatu, sebelum bergabung dengan koalisi oposisi Anwar, Pakatan Harapan (PH). Mahathir berjanji akan mencari pengampunan kerajaan untuk Anwar dan menyerahkan jabatan perdana menteri kepadanya jika koalisi berhasil dalam upayanya untuk menyingkirkan Najib dan pemerintah yang dipimpin UMNO.
2018
Anwar dan Mahathir bergabung untuk memimpin oposisi meraih kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilu pada 9 Mei, mengakhiri lebih dari 60 tahun pemerintahan UMNO.
Dalam seminggu, Anwar diampuni oleh raja dan dibebaskan.
2019
Saat itu, puluhan ribu orang turun ke jalan untuk mendukung Anwar yang mendapat dukungan dari sejumlah besar Muslim Melayu, kelompok etnis terbesar di negara multikultural, untuk mendorong gerakan reformasi.
1999
Anwar memanfaatkan momentum reformasi untuk mendirikan Parti Keadilan Nasional atau Partai Keadilan Nasional sebagai cikal bakal Parti Keadilan Rakyat (PKR). Secara terpisah, Anwar dihukum dan dipenjara atas tuduhan yang menurutnya bermotivasi politik.
2003
Mahathir mundur setelah 22 tahun sebagai perdana menteri.
2004-2013
Empat tahun setelah pembebasannya tahun 2004, Anwar kembali dituduh melakukan sodomi oleh seorang pembantu laki-laki. Anwar mengatakan tuduhan itu ditujukan untuk mencopotnya dari jabatannya sebagai pemimpin oposisi, yang nyaris mengalahkan Najib Razak—anak didik Mahathir lainnya—dalam pemilu 2013 yang disengketakan.
2015
Anwar dipenjara atas tuduhan sodomi untuk kedua kalinya.
2016-2017
Mahathir keluar dari UMNO di tengah seruan agar Najib Razak mengundurkan diri atas skandal korupsi miliaran dolar di lembaga dana negara; 1MDB.
Mahathir membentuk partai baru, Bersatu, sebelum bergabung dengan koalisi oposisi Anwar, Pakatan Harapan (PH). Mahathir berjanji akan mencari pengampunan kerajaan untuk Anwar dan menyerahkan jabatan perdana menteri kepadanya jika koalisi berhasil dalam upayanya untuk menyingkirkan Najib dan pemerintah yang dipimpin UMNO.
2018
Anwar dan Mahathir bergabung untuk memimpin oposisi meraih kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilu pada 9 Mei, mengakhiri lebih dari 60 tahun pemerintahan UMNO.
Dalam seminggu, Anwar diampuni oleh raja dan dibebaskan.
2019
Lihat Juga :