Sosok Adnan Oktar, Pemimpin Kultus Seks Turki yang Dihukum Penjara 8658 Tahun

Jum'at, 18 November 2022 - 22:21 WIB
Sosok Adnan Oktar

Adnan Oktar, yang lahir 2 Februari 1956, terkenal di Indonensia sebagai penulis dengan nama pena Harun Yahya. Nama pena itu diambil dari nama Nabi Harun dan Nabi Yahya.

Sebagai kreasionis, dia mencitrakan diri sebagai penentang teori evolusi; Darwinisme, yang dianggapnya sebagai sumber terorisme.

Oktar, sebelum tersandung masalah hukum, menjalankan dua organisasi yakni Bilim Arastirma Vakfi atau BAV yang didirikan tahun 1990 dan Milli Degerleri Koruma Vakfi.

Di BAV, Oktar tercatat sebagai Presiden Kehormatan. Organisasi ini bertujuan mempromosikan kreasionisme.

Sedangkan Milli Degerleri Koruma Vakfi didirikan pada tahun 1995, yang bertujuan mempromosikan nasionalisme Turki.

Oktar menganut kreasionisme Bumi tua. Dia juga anti-Zionis dan anti-Mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait.

Dia menolak tuduhan sebagai sosok anti-Semit, dan mengeklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme. Dia juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust berdasarkan bukunya "Soykirim Yalani". Namun dalam wawancara dengan The Guardian tahun 2007, Oktar menyangkal sebagai penulis buku tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!