Tiru Ukraina, Taiwan Minta Bantuan Barat Jika Diinvasi China

Rabu, 09 November 2022 - 04:43 WIB
Namun, posisi Beijing adalah bahwa Taiwan bagian integral dari China—yang disebut kebijakan "Satu China"—dan menegaskan China pasti akan dipersatukan kembali.

Menurut buku putih kebijakan China yang dirilis pada bulan Agustus lalu menyatakan bahwa Beijing akan berusaha untuk mencapai reunifikasi ini secara damai, tapi juga berhak untuk menggunakan kekuatan militer.

Menyadari bahwa militer China jauh lebih kuat daripada Taiwan, Tsai telah meningkatkan pengeluaran pertahanan sebesar 13%, dan akan menghabiskan USD19 miliar untuk militernya pada tahun 2023. Tujuan Taipei, seperti diuraikan Rhodes, adalah membuat invasi terlalu mahal bagi China.

“Jika [Tentara Pembebasan Rakyat] ingin melakukan sesuatu yang drastis, [Presiden China] Xi [Jinping] harus mempertimbangkan biayanya,” kata Tsai kepada mantan pejabat Gedung Putih itu.

"Dia harus berpikir dua kali."

Namun, bahkan dengan peningkatan dua digit dalam pengeluaran pertahanan, dan dengan AS mengizinkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Taipei pada bulan September, Tsai masih membutuhkan bantuan Barat untuk memperkuat militer Taiwan seperti yang saat ini dilakukan pada pasukan Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!