Profil Mikheil Saakashvili, Presiden Georgia yang Berani Pecat 30 Ribu Polisi Karena Korupsi
Selasa, 08 November 2022 - 10:32 WIB
Mantan Presiden Georgia Mikheil Saakashvili. Foto/REUTERS
TBILISI - Mikheil Saakashvili yang lahir pada 21 Desember 1967 merupakan seorang politikus dan ahli hukum Georgia dan Ukraina.
Ia adalah presiden ketiga untuk dua periode berturut-turut dari 25 Januari 2004 hingga 17 November 2013. Dari Mei 2015 hingga November 2016, Saakashvili adalah gubernur Odesa Oblast Ukraina.
Dia adalah pendiri dan mantan ketua Partai Persatuan Nasional. Saakashvili mengepalai komite eksekutif Dewan Reformasi Nasional Ukraina sejak 7 Mei 2020.
Saakashvili menjadi presiden pada Januari 2004 setelah Presiden Eduard Shevardnadze mengundurkan diri dalam "Revolusi Mawar" pada November 2003 yang dipimpin Saakashvili dan sekutu politiknya, Nino Burjanadze dan Zurab Zhvania.
Baca juga: Sistem Rudal Terbaru Tiba di Ukraina, Perang Makin Berkobar
Ia terpilih kembali dalam pemilihan presiden Georgia pada 5 Januari 2008. Saakashvili berjanji menerapkan reformasi cepat untuk menyelaraskan Georgia dengan demokrasi liberal Barat, mengakhiri periode korupsi yang meluas dan inefisiensi pemerintah, menggulingkan kejahatan terorganisir dan menegaskan kembali kedaulatan pusat.
Ia adalah presiden ketiga untuk dua periode berturut-turut dari 25 Januari 2004 hingga 17 November 2013. Dari Mei 2015 hingga November 2016, Saakashvili adalah gubernur Odesa Oblast Ukraina.
Dia adalah pendiri dan mantan ketua Partai Persatuan Nasional. Saakashvili mengepalai komite eksekutif Dewan Reformasi Nasional Ukraina sejak 7 Mei 2020.
Saakashvili menjadi presiden pada Januari 2004 setelah Presiden Eduard Shevardnadze mengundurkan diri dalam "Revolusi Mawar" pada November 2003 yang dipimpin Saakashvili dan sekutu politiknya, Nino Burjanadze dan Zurab Zhvania.
Baca juga: Sistem Rudal Terbaru Tiba di Ukraina, Perang Makin Berkobar
Ia terpilih kembali dalam pemilihan presiden Georgia pada 5 Januari 2008. Saakashvili berjanji menerapkan reformasi cepat untuk menyelaraskan Georgia dengan demokrasi liberal Barat, mengakhiri periode korupsi yang meluas dan inefisiensi pemerintah, menggulingkan kejahatan terorganisir dan menegaskan kembali kedaulatan pusat.
Lihat Juga :