Jack the Ripper, Pembunuh Sadis Perenggut Nyawa 5 Wanita di London
Rabu, 02 November 2022 - 19:30 WIB
Dalam setiap aksinya, leher korban dipotong dan tubuhnya dimutilasi. Hasil mutilasi tersebut menunjukkan bahwa pelaku sudah ahli dengan anatomi manusia. Beberapa organ vital pada setiap korban juga hilang dan tubuh ditemukan berantakan. Bahkan salah satu dari korban ditemukan hanya dengan satu ginjal saja, diduga itu dicuri oleh pelaku. Sebagian besar korban juga memiliki garis luka miring di tenggorokan. Kasus mutilasi ini menjadi salah satu yang paling sadis di dunia.
Sebenarnya hingga kini pelaku pembunuhan tersebut tidak berhasil diidentifikasi, meski banyak orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketika itu polisi sulit mengidentifikasi dan melakukan investigasi TKP karena tidak ditemukannya senjata pembunuhan atau barang bukti lainnya. Pembunuhan juga dilakukan pada malam hari sehingga jarang orang yang berlalu lalang saat itu. Pembunuhan yang dilakukan pada malam hari juga menjadi alasan kenapa pelaku membunuh pada pelacur.
Baca: Perkosa dan Bunuh 11 Wanita, 'Jack the Ripper' China Dieksekusi
Asal nama Jack the Ripper bermula dari serangkaian catatan ejekan yang diterima pihak kepolisian dari seseorang yang menyebut dirinya Jack the Ripper dan mengaku sebagai pelaku aksi pembunuhan tersebut. Sejak itulah nama Jack the Ripper jadi mendunia sebagai nama samaran pembunuh berantai tahun 1888.
Salah satu orang yang diduga menjadi pelaku kasus ini adalah Montague Druitt yaitu seorang pengacara dan guru yang tertarik dalam operasi. Ia menghilang setelah pembunuhan terakhir, namun kemudian ditemukan tewas. Selain itu, ada informasi yang menyatakan bahwa Francis Tumblety, seorang pemuda Amerika, yang menjadi pelaku. Ia datang ke London 2 bulan sebelum pembunuhan pertama terjadi. Kemudian masih ada beberapa orang lainnya yang dituduh menjadi pelaku.
Sebenarnya hingga kini pelaku pembunuhan tersebut tidak berhasil diidentifikasi, meski banyak orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketika itu polisi sulit mengidentifikasi dan melakukan investigasi TKP karena tidak ditemukannya senjata pembunuhan atau barang bukti lainnya. Pembunuhan juga dilakukan pada malam hari sehingga jarang orang yang berlalu lalang saat itu. Pembunuhan yang dilakukan pada malam hari juga menjadi alasan kenapa pelaku membunuh pada pelacur.
Baca: Perkosa dan Bunuh 11 Wanita, 'Jack the Ripper' China Dieksekusi
Asal nama Jack the Ripper bermula dari serangkaian catatan ejekan yang diterima pihak kepolisian dari seseorang yang menyebut dirinya Jack the Ripper dan mengaku sebagai pelaku aksi pembunuhan tersebut. Sejak itulah nama Jack the Ripper jadi mendunia sebagai nama samaran pembunuh berantai tahun 1888.
Salah satu orang yang diduga menjadi pelaku kasus ini adalah Montague Druitt yaitu seorang pengacara dan guru yang tertarik dalam operasi. Ia menghilang setelah pembunuhan terakhir, namun kemudian ditemukan tewas. Selain itu, ada informasi yang menyatakan bahwa Francis Tumblety, seorang pemuda Amerika, yang menjadi pelaku. Ia datang ke London 2 bulan sebelum pembunuhan pertama terjadi. Kemudian masih ada beberapa orang lainnya yang dituduh menjadi pelaku.
Lihat Juga :