AS-Korsel Latihan Serangan Udara 240 Pesawat, Ini Respons Korut
Selasa, 01 November 2022 - 13:20 WIB
“Jika AS terus-menerus melakukan provokasi militer yang serius, DPRK akan mempertimbangkan langkah-langkah tindak lanjut yang lebih kuat,” lanjut juru bicara tersebut.
"Pyongyang siap dan bersedia untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatannya, keamanan rakyat, dan integritas teritorial dari ancaman militer luar.”
Pada hari Jumat pekan lalu, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang, yang terbaru dalam serangkaian peluncuran rudal selama beberapa minggu terakhir yang menandai peningkatan ketegangan yang mengkhawatirkan. Manuver Pyongyang itu menunjukkan keinginan Korea Utara yang meningkat untuk melenturkan otot militernya.
Pyongyang juga telah meningkatkan retorikanya tentang senjata nuklir, baru-baru ini mengadopsi doktrin nuklir yang mengizinkan serangan nuklir preemptive dalam situasi krisis yang didefinisikan secara longgar.
Seoul dan Washington telah berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang diduga bersiap untuk melakukan uji coba bom atom untuk pertama kalinya sejak 2017.
Pekan lalu, AS, Korea Selatan dan Jepang memperingatkan bahwa respons “tak tertandingi” akan diperlukan jika Korea Utara menguji senjata nuklir.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pada hari Senin bahwa Washington tidak akan mengakui Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir dan kebijakan AS tetap merupakan denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.
"Pyongyang siap dan bersedia untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatannya, keamanan rakyat, dan integritas teritorial dari ancaman militer luar.”
Pada hari Jumat pekan lalu, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang, yang terbaru dalam serangkaian peluncuran rudal selama beberapa minggu terakhir yang menandai peningkatan ketegangan yang mengkhawatirkan. Manuver Pyongyang itu menunjukkan keinginan Korea Utara yang meningkat untuk melenturkan otot militernya.
Pyongyang juga telah meningkatkan retorikanya tentang senjata nuklir, baru-baru ini mengadopsi doktrin nuklir yang mengizinkan serangan nuklir preemptive dalam situasi krisis yang didefinisikan secara longgar.
Seoul dan Washington telah berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang diduga bersiap untuk melakukan uji coba bom atom untuk pertama kalinya sejak 2017.
Pekan lalu, AS, Korea Selatan dan Jepang memperingatkan bahwa respons “tak tertandingi” akan diperlukan jika Korea Utara menguji senjata nuklir.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pada hari Senin bahwa Washington tidak akan mengakui Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir dan kebijakan AS tetap merupakan denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.
Lihat Juga :