Perbandingan Antara Bom Nuklir Rusia dan Amerika, Lebih Unggul Mana?
Selasa, 01 November 2022 - 04:30 WIB
Selain itu, dijelaskan pula bahwa ada sekitar 977 hulu ledak strategis bersama 1.912 hulu ledak non-strategis yang disimpan sebagai cadangan.
Baca: AS Akan Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke Australia, Ada Apa?
Namun, para ahli mengatakan bahwa jumlah asli yang dimiliki Rusia tidak diketahui secara pasti, mengingat kerahasiaan seputar strategi dan keamanan negara tersebut yang cukup ketat.
Sedangkan untuk Amerika Serikat, negara tersebut secara total mempunyai sekitar 5.428 hulu ledak nuklir. Dari angka tersebut, sekitar 3.708 beroperasi dan sisanya dimaksudkan untuk dibongkar terlebih dahulu.
Negara-negara lain membeli atau mengembangkan rudal baru mereka sendiri, hal tersebut didorong oleh masalah keamanan dan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok lain.
Sebelum dekade ini berakhir, khususnya Asia akan dipenuhi dengan rudal konvensional yang terbang lebih jauh dan lebih cepat, menghantam lebih keras, dan akan lebih canggih dari sebelumnya.
China memproduksi secara massal DF-26 - senjata multiguna dengan jangkauan hingga 4.000 km (2.485 mil). Taiwan dan Jepang juga meningkatkan kemampuan rudal mereka, serta sistem pertahanan yang dirancang untuk melawan ancaman rudal.
Baca: AS Akan Kerahkan Pesawat Pengebom Nuklir ke Australia, Ada Apa?
Namun, para ahli mengatakan bahwa jumlah asli yang dimiliki Rusia tidak diketahui secara pasti, mengingat kerahasiaan seputar strategi dan keamanan negara tersebut yang cukup ketat.
Sedangkan untuk Amerika Serikat, negara tersebut secara total mempunyai sekitar 5.428 hulu ledak nuklir. Dari angka tersebut, sekitar 3.708 beroperasi dan sisanya dimaksudkan untuk dibongkar terlebih dahulu.
Negara-negara lain membeli atau mengembangkan rudal baru mereka sendiri, hal tersebut didorong oleh masalah keamanan dan keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok lain.
Sebelum dekade ini berakhir, khususnya Asia akan dipenuhi dengan rudal konvensional yang terbang lebih jauh dan lebih cepat, menghantam lebih keras, dan akan lebih canggih dari sebelumnya.
China memproduksi secara massal DF-26 - senjata multiguna dengan jangkauan hingga 4.000 km (2.485 mil). Taiwan dan Jepang juga meningkatkan kemampuan rudal mereka, serta sistem pertahanan yang dirancang untuk melawan ancaman rudal.
Lihat Juga :