Sepanjang 2022, 150 Lebih Aktivis HAM Tewas di Kolombia

Minggu, 30 Oktober 2022 - 20:00 WIB
"Saya sekali lagi mengimbau kepada kelompok bersenjata ilegal untuk menghormati kehidupan dan integritas para pemimpin dan pembela hak asasi manusia. Mereka memainkan peran mendasar dalam menjamin hak-hak masyarakat dan memperkuat demokrasi di daerah," kata Camargo saat mempresentasikan laporannya.

Kekerasan di beberapa bagian Kolombia telah meningkat meskipun ada kesepakatan damai 2016 antara pemerintah dan kelompok pemberontak FARC.

Baca: Rakyat Kolombia Pilih Presiden Sayap Kiri untuk Pertama Kali

Setidaknya 10 kelompok bersenjata di Kolombia, termasuk anggota pemberontak FARC yang menolak kesepakatan damai dan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) berhaluan kiri, masih terlibat dalam tindakan kriminal, menjadikan Kolombia salah satu negara paling berbahaya bagi para aktivis dan pembela hak asasi manusia.

Dalam laporan Global Witness 2021, Kolombia menonjol sebagai negara paling berbahaya kedua bagi para pencinta lingkungan. Presiden baru Gustavo Petro telah mulai merundingkan perlucutan senjata semua kelompok pemberontak untuk mencapai apa yang disebutnya "perdamaian total."
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!