500 Mantan Militer dan 15 Purnawirawan Jenderal AS Bekerja untuk Arab Saudi

Rabu, 19 Oktober 2022 - 20:02 WIB
The Post menemukan sebanyak 20 pensiunan pejabat yang bahkan belum mendapatkan persetujuan pemerintah untuk bekerja di militer Saudi melalui perusahaan konsultan Jones.

Tidak ada hukuman pidana karena mengabaikan peraturan ini, dan beberapa kontraktor militer sebenarnya tidak memerlukan izin tersebut.

Sementara pengaturan ini telah ada selama bertahun-tahun, Arab Saudi saat ini mendapat kecaman karena penolakannya menghentikan pengurangan produksi minyak meskipun ada tekanan dari Washington.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mengancam "mengevaluasi kembali" hubungannya dengan Riyadh.

AS menuduh Saudi membantu Rusia mendanai operasi militernya di Ukraina dengan setidaknya menunda pemotongan produksi minyak.

Jika Saudi bersedia memangkas produksi minyak, maka dapat menunda lonjakan 10% harga minyak yang kemungkinan akan terjadi sampai setelah pemilu paruh waktu AS.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!