Pembantaian Tempat Penitipan Anak di Thailand: Kisah Anak 3 Tahun yang Selamat

Selasa, 11 Oktober 2022 - 14:54 WIB
Mereka selalu tidur siang dengan kaki bersentuhan. Dia juga menyukai pusat penitipan anak dan ingin menjadi seperti gurunya.

"Neneknya akhirnya memberi tahu dia bahwa teman-teman sekolahnya semua telah meninggal, bersama dengan gurunya, dan pusat penitipan anak ditutup," kata sang ibu.

Baca: PBB Kutuk Penembakan Massal di Tempat Penitipan Anak Thailand

"Dia hanya ingin pergi ke sekolah setiap hari. Kami harus terus memberitahunya bahwa sekolah ditutup. Dia terlalu muda untuk memahami konsep kematian," ujarnya.

Upacara pemakaman Buddhis dan doa bagi para korban berlangsung di beberapa kuil di kota itu untuk menandai dimulainya tiga hari berkabung beberapa lalu.

Motif serangan itu belum diketahui, tetapi polisi mengatakan Kamrab dipecat dari pekerjaannya pada Juni lalu karena penggunaan narkoba.

Kota pedesaan kecil di timur laut Thailand ini berusaha mendukung keluarga yang menderita dalam kesedihan mereka. Tetapi banyak juga yang bertanya tentang ketersediaan senjata mematikan yang tersebar luas dan masalah narkoba yang meluas di negara itu.

"Orang tua bertanya: 'Di mana tempat yang aman untuk anak-anak mereka?' Saya sangat sedih dan saya mohon otoritas mana pun akan memperkuat keselamatan kami," pinta paman Emmy, Veerachai Srithong.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!