Amunisi Jerman Hanya Cukup untuk Perang 2 Hari Gara-gara Bantu Ukraina
Senin, 10 Oktober 2022 - 08:19 WIB
Disebutkan dalam laporan itu bahwa masalahnya telah diketahui selama bertahun-tahun karena latihan militer mengalami kekurangan stok.
Persediaan tersebut semakin menipis setelah Jerman, bersama dengan banyak negara Barat lainnya, mulai mengirim senjata dan amunisi ke Ukraina setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di negara itu pada Februari.
Pengiriman itu termasuk 53.000 peluru untuk senjata antipesawat self-propelled, 21,8 juta peluru untuk senjata api, dan 50 rudal penghancur bunker. Data itu merupakan catatan pemerintah Jerman.
"Situasi dengan kekurangan tersebut tidak akan membaik jika amunisi dihapus dari persediaan Bundeswehr, sementara pesanan terkait tidak ditempatkan pada industri pertahanan pada saat yang sama,” kata Hans Christoph Atzpodien, CEO Asosiasi Industri Keamanan dan Pertahanan Jerman (BDSV), kepada BI, yang dilansir Senin (10/10/2022).
Sementara itu, sumber yang dikutip BI mengatakan bahwa tidak ada pesanan signifikan bagi perusahaan pertahanan untuk memproduksi lebih banyak persenjataan.
Persediaan tersebut semakin menipis setelah Jerman, bersama dengan banyak negara Barat lainnya, mulai mengirim senjata dan amunisi ke Ukraina setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di negara itu pada Februari.
Pengiriman itu termasuk 53.000 peluru untuk senjata antipesawat self-propelled, 21,8 juta peluru untuk senjata api, dan 50 rudal penghancur bunker. Data itu merupakan catatan pemerintah Jerman.
"Situasi dengan kekurangan tersebut tidak akan membaik jika amunisi dihapus dari persediaan Bundeswehr, sementara pesanan terkait tidak ditempatkan pada industri pertahanan pada saat yang sama,” kata Hans Christoph Atzpodien, CEO Asosiasi Industri Keamanan dan Pertahanan Jerman (BDSV), kepada BI, yang dilansir Senin (10/10/2022).
Sementara itu, sumber yang dikutip BI mengatakan bahwa tidak ada pesanan signifikan bagi perusahaan pertahanan untuk memproduksi lebih banyak persenjataan.
Lihat Juga :