Jaringan Listrik Terganggu, 130 Juta Warga Bangladesh Hidup dalam Kegelapan

Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:00 WIB
Mata uang yang terdepresiasi dan cadangan devisa yang semakin menipis membuat Bangladesh tidak dapat mengimpor bahan bakar fosil yang cukup. Kondisi ini memaksa Bangladesh untuk menutup pembangkit listrik diesel dan membiarkan beberapa pembangkit listrik tenaga gas menganggur.

Pemerintah memberlakukan pemadaman listrik yang panjang untuk menghemat stok yang ada pada bulan Juli, dengan pemadaman berlangsung hingga 13 jam setiap hari pada puncaknya. Puluhan ribu masjid di seluruh negeri telah diminta untuk membatasi penggunaan AC untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik.

Pemadaman itu memicu kemarahan publik yang meluas dan membantu memobilisasi demonstrasi besar-besaran di jalan-jalan ibu kota Dhaka. Setidaknya tiga pengunjuk rasa tewas oleh pasukan keamanan selama demonstrasi, sebagian dimotivasi oleh meningkatnya tekanan biaya hidup.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!