Iran Hidupkan Mekanisme Perselisihan Kesepakatan Nuklir
Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:08 WIB
Dia menggarisbawahi dukungannya untuk perjanjian tersebut, dengan mengatakan bahwa kesepakatan itu adalah pencapaian bersejarah bagi non-proliferasi nuklir global yang berkontribusi pada keamanan regional dan global. Ia pun bertekad untuk mempertahankannya.
Tidak ada rincian tentang sifat "masalah implementasi" Iran dengan Inggris, Prancis dan Jerman. Mekanisme perselisihan menyediakan waktu sekitar satu bulan, yang dapat diperpanjang jika semua pihak setuju, untuk menyelesaikan ketidaksepakatan.
Sebelumnya dalam sebuah tweet pada 19 Juni, Zarif mengatakan ketiga negara harus menghentikan penyelamatan wajah publik dan mengumpulkan keberanian untuk menyatakan secara publik apa yang mereka akui secara pribadi: kegagalan mereka untuk memenuhi tugas JCPOA mereka sendiri karena impotensi total dalam melawan penindasan AS.
Surat Zarif kepada Borrell dikirim sehari setelah kebakaran misterius terjadi di fasilitas bawah tanah Natanz tempat Iran memperkaya uranium. (Baca: Insiden Ledakan dan Kebakaran di Situs Nuklir Natanz Iran Mencurigakan )
Inggris, Prancis dan Jerman menganggap perjanjian nuklir sebagai landasan keamanan regional dan global serta telah berjuang untuk mempertahankannya sejak AS menarik diri, membuat sistem paralel untuk mencoba menjaga agar dana mengalir ke Iran ketika ekonominya melemah.
Tidak ada rincian tentang sifat "masalah implementasi" Iran dengan Inggris, Prancis dan Jerman. Mekanisme perselisihan menyediakan waktu sekitar satu bulan, yang dapat diperpanjang jika semua pihak setuju, untuk menyelesaikan ketidaksepakatan.
Sebelumnya dalam sebuah tweet pada 19 Juni, Zarif mengatakan ketiga negara harus menghentikan penyelamatan wajah publik dan mengumpulkan keberanian untuk menyatakan secara publik apa yang mereka akui secara pribadi: kegagalan mereka untuk memenuhi tugas JCPOA mereka sendiri karena impotensi total dalam melawan penindasan AS.
Surat Zarif kepada Borrell dikirim sehari setelah kebakaran misterius terjadi di fasilitas bawah tanah Natanz tempat Iran memperkaya uranium. (Baca: Insiden Ledakan dan Kebakaran di Situs Nuklir Natanz Iran Mencurigakan )
Inggris, Prancis dan Jerman menganggap perjanjian nuklir sebagai landasan keamanan regional dan global serta telah berjuang untuk mempertahankannya sejak AS menarik diri, membuat sistem paralel untuk mencoba menjaga agar dana mengalir ke Iran ketika ekonominya melemah.
Lihat Juga :