Hasil Referendum, Zaporozhye Ukraina Putuskan Bersatu dengan Rusia

Rabu, 28 September 2022 - 06:22 WIB
Kiev dan pendukung Baratnya telah menolak referendum untuk bergabung dengan Rusia, mencela mereka sebagai pemungutan suara "palsu", bersumpah untuk tidak pernah menerimanya terlepas.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan hasil referendum akan “membuat mustahil, dalam hal apapun, untuk melanjutkan negosiasi diplomatik” dengan Rusia.

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”

Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!