Jurnalis CNN Ogah Pakai Jilbab, Presiden Iran Menolak Diwawancarai

Jum'at, 23 September 2022 - 08:33 WIB
Sedikitnya tiga perempuan yang hadir dalam pengarahan itu tidak mengenakan jilbab. Seorang reporter New York Times dilarang mengikuti pengarahan karena melaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sakit parah.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis, juru bicara New York Times mengatakan: “Media pemerintah Iran telah melaporkan komentar yang dibuat oleh seorang pejabat bahwa seorang koresponden New York Times harus 'mengakui kesalahan' dalam liputannya tentang Ayatollah Ali Khamenei untuk menghadiri konferensi pers dengan Presiden Raisi.”

“Kami mendukung pelaporan kami oleh Farnaz Fassihi tentang kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang dikuatkan oleh sumber-sumber senior. Pejabat Iran diberi kesempatan untuk mengomentari cerita kami dan memilih untuk tidak menanggapi,” tambah juru bicara itu.

Baca: Media AS: Ayatollah Khamenei Jalani Operasi karena Sakit Parah

Setidaknya 31 orang tewas dalam enam hari aksi protes sejak kematian Amini. Wanita Iran telah turun ke jalan dan internet untuk membakar jilbab mereka dan memotong rambut mereka.

“Hukum yang menginjak-injak martabat manusia bukanlah hukum yang normal,” kata seorang pengunjuk rasa perempuan.

Baca: Protes Kematian Mahsa Amini, Para Wanita Iran Lepas dan Bakar Jilbab
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!