Sekjen PBB Dukung Proposal Bantuan Rusia untuk Negara-negara Berkembang
Senin, 19 September 2022 - 21:14 WIB
Tawaran menyumbangkan sekitar 300 ton pupuk Rusia, yang tidak dapat meninggalkan pelabuhan Uni Eropa karena sanksi anti-Rusia, datang Jumat lalu dari Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pada akhir Juli, PBB memediasi kesepakatan dengan Ukraina dan Rusia, yang memungkinkan dimulainya kembali ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam.
Baca juga: Le Pen: Idiot Hijau Buat Uni Eropa Bergantung pada Energi Rusia
Sebagai bagian dari kesepakatan, organisasi tersebut berjanji membantu meringankan pembatasan Barat pada perdagangan internasional yang menurut Rusia mencegahnya mengekspor produk makanan dan pupuknya.
“Pekan ini saya melakukan serangkaian kontak intensif dengan para pemimpin UE. Dan saya berharap akan ada perubahan positif terkait kemungkinan mendistribusikan gabah dan pupuk Rusia tanpa hambatan melalui Eropa ke pasar lain,” ungkap Guterres kepada RIA Novosti di bagian lain wawancara yang dipublikasikan pada Sabtu.
Pada akhir Juli, PBB memediasi kesepakatan dengan Ukraina dan Rusia, yang memungkinkan dimulainya kembali ekspor gandum Ukraina melalui Laut Hitam.
Baca juga: Le Pen: Idiot Hijau Buat Uni Eropa Bergantung pada Energi Rusia
Sebagai bagian dari kesepakatan, organisasi tersebut berjanji membantu meringankan pembatasan Barat pada perdagangan internasional yang menurut Rusia mencegahnya mengekspor produk makanan dan pupuknya.
“Pekan ini saya melakukan serangkaian kontak intensif dengan para pemimpin UE. Dan saya berharap akan ada perubahan positif terkait kemungkinan mendistribusikan gabah dan pupuk Rusia tanpa hambatan melalui Eropa ke pasar lain,” ungkap Guterres kepada RIA Novosti di bagian lain wawancara yang dipublikasikan pada Sabtu.
Lihat Juga :