Kazakhstan Ubah Nama Ibu Kota, Masa Jabatan Presiden Dibatasi

Minggu, 18 September 2022 - 08:21 WIB
Tokayev telah meluncurkan reformasi dan menyerukan standar yang sama sekali baru untuk sistem politik dengan aturan main yang adil dan terbuka.

Kerusuhan yang meletus di negara itu pada Januari lalu menewaskan lebih dari 200 orang.

Baca: Korban Tewas Kerusuhan Berdarah di Kazakhstan Jadi 225

Kerusuhan, yang dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan bakar, juga mencerminkan kekecewaan yang meluas terhadap politik negara itu.

Awal bulan ini, Tokayev menyerukan pemilihan presiden lebih awal dan mengumumkan langkah untuk mengembalikan nama lama ibu kota negara itu.

Tokayev sebelumnya mengatakan dia akan mencalonkan diri dalam pemilihan. Tidak segera jelas apakah amandemen baru ini akan mengizinkannya, tetapi perubahan konstitusional serupa di Rusia dan Belarusia memungkinkan para pemimpin petahana untuk mencalonkan diri lagi di bawah konstitusi yang diamandemen.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!