Negara-negara Eropa yang Dihasut Amerika Serikat untuk Boikot Gas Rusia
Kamis, 08 September 2022 - 15:39 WIB
Sebagai gantinya, Italia kini beralih ke Afrika untuk membantu menghentikan penggunaan gas Rusia.
Diketahui, Italia telah membuat kesepakatan dengan Angola, Aljazair, dan Republik Kongo dengan tujuan menghilangkan impor gas Rusia dalam 18 bulan ke depan, terhitung dari bulan April 2022.
Saat ini, Italia hanya menerima 38% gas alam dari Rusia sedangkan sisanya sedang diusahakan dicarikan penggantinya melalui kesepakatan-kesepakatan dengan negara lainnya.
Pada bulan April, Italia melalui Perdana Menteri Mario Draghi mendapatkan kesepakatan untuk lebih banyak impor gas alam dari Aljazair.
Aljazair menyediakan sekitar 21 miliar meter kubik gas ke Italia melalui pipa Trans-Mediterania. Lalu perusahaan ENI juga menandatangani kesepakatan serupa dengan Republik Kongo.
Selain beralih pada gas Afrika, invasi Rusia ke Ukraina juga mewajibkan Italia mendiversifikasi sumber energinya.
Hal ini berkaitan dengan adanya kemungkinan Rusia akan menghentikan total aliran energinya kepada negara-negara di Eropa.
Kesepakatan dengan Angola menyerukan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) baru yang diharapkan diluncurkan tahun depan dengan kapasitas hingga 4,5 miliar meter kubik per tahun, setelah beroperasi penuh.
Terlebih lagi, pemerintah ibu kota Italia dikabarkan akan mencoba mendiversifikasi sumber gas lebih jauh dengan membuat kesepakatan baru dengan Qatar, Azerbaijan dan Mozambik.
2. Inggris
Inggris menyatakan tengah mempercepat transisi menjauhi energi Rusia. Pemerintah Inggris sepertinya bertekad melarang impor gas Rusia.
Berbeda dengan Italia, Inggris akan lebih mengintensifkan kemandirian mereka dalam urusan energi.
Diketahui, Italia telah membuat kesepakatan dengan Angola, Aljazair, dan Republik Kongo dengan tujuan menghilangkan impor gas Rusia dalam 18 bulan ke depan, terhitung dari bulan April 2022.
Saat ini, Italia hanya menerima 38% gas alam dari Rusia sedangkan sisanya sedang diusahakan dicarikan penggantinya melalui kesepakatan-kesepakatan dengan negara lainnya.
Pada bulan April, Italia melalui Perdana Menteri Mario Draghi mendapatkan kesepakatan untuk lebih banyak impor gas alam dari Aljazair.
Aljazair menyediakan sekitar 21 miliar meter kubik gas ke Italia melalui pipa Trans-Mediterania. Lalu perusahaan ENI juga menandatangani kesepakatan serupa dengan Republik Kongo.
Selain beralih pada gas Afrika, invasi Rusia ke Ukraina juga mewajibkan Italia mendiversifikasi sumber energinya.
Hal ini berkaitan dengan adanya kemungkinan Rusia akan menghentikan total aliran energinya kepada negara-negara di Eropa.
Kesepakatan dengan Angola menyerukan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) baru yang diharapkan diluncurkan tahun depan dengan kapasitas hingga 4,5 miliar meter kubik per tahun, setelah beroperasi penuh.
Terlebih lagi, pemerintah ibu kota Italia dikabarkan akan mencoba mendiversifikasi sumber gas lebih jauh dengan membuat kesepakatan baru dengan Qatar, Azerbaijan dan Mozambik.
2. Inggris
Inggris menyatakan tengah mempercepat transisi menjauhi energi Rusia. Pemerintah Inggris sepertinya bertekad melarang impor gas Rusia.
Berbeda dengan Italia, Inggris akan lebih mengintensifkan kemandirian mereka dalam urusan energi.
Lihat Juga :