Rusia: Setelah Menjajah 20 Tahun, AS Harus Bayar Tagihan Afghanistan

Rabu, 31 Agustus 2022 - 11:13 WIB
“Rusia berargumen, seperti yang dilakukan orang lain di masa lalu, bahwa masalah Afghanistan adalah kesalahan 'Barat,' dan bukan Taliban. Betulkah?" ujar Thomas-Greenfield.

“Ini pertanyaan saya: Apa yang Anda lakukan untuk membantu selain mengulang masa lalu dan mengkritik orang lain? Jika Anda khawatir bahwa perempuan dan anak-anak Afghanistan sekarat, bagaimana Anda membantu mereka?” papar dia.

Baca juga: Mikhail Gorbachev: Dipuja Barat, Kontroversial di Negeri Sendiri

Duta Besar AS melanjutkan dengan mengatakan Rusia “tidak berkontribusi apa-apa” pada Rencana Tanggap Kemanusiaan Afghanistan PBB tahun ini, dan menyebut kontribusi China “sama-sama mengecewakan.”

Nebenzia membalas Thomas-Greenfield, dengan alasan Washington harus menanggung beban, mengingat hampir dua dekade pasukan AS di Afghanistan.

"Sinisme dari pernyataan seperti itu cukup mengejutkan: Kami diminta mengeluarkan dompet kami untuk membangun kembali negara yang ekonominya hampir hancur oleh pendudukan AS dan NATO selama 20 tahun," tegas Nebenzia.

“Alih-alih mengakui kesalahan dan mencoba memperbaikinya, kami sekarang dihukum karena tidak mau membayar tagihan orang lain. Ini adalah proposisi yang tidak biasa,” ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!