Gedung Putih Kecam Laporan Perburuan Tentara AS di Afghanistan

Rabu, 01 Juli 2020 - 15:01 WIB
Lebih lanjut ia mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump telah diberi pengarahan tentang apa yang sayangnya ada dalam domain publik dan siap untuk bertindak terhadap Rusia jika laporan itu ternyata benar.

McEnany mengatakan bahwa Trump tidak pernah diberitahu tentang hal ini. Pihak intelijen masih belum memverifikasinya. Namun, ketika seorang reporter bertanya tentang desas-desus bahwa Trump mengabaikan briefing pers harian, sekretaris membalas: "Presiden membaca dan dia juga mengkonsumsi intelijen secara verbal. Presiden adalah orang yang paling berpengetahuan di planet Bumi ketika ancaman yang kita hadapi datang."

"Yang dijelaskan kepada presiden adalah ketika ada keputusan strategis yang harus diambil," katanya.

"Jadi, dalam hal ini jika ada keputusan strategis untuk dibuat berhadapan dengan Rusia ... itu tidak diberikan pengarahan kepada presiden ... itu tidak dapat dipercaya," tukasnya.

Laporan ini muncul pada hari Jumat setelah New York Times melaporkan bahwa intelijen yang dikumpulkan dari interogasi tahanan di Afghanistan telah menunjuk agen intelijen Rusia membayar hadiah kepada militan Taliban untuk membunuh tentara AS di negara itu. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!