Pertempuran Berlanjut di Irak, 30 Orang Tewas
Selasa, 30 Agustus 2022 - 16:11 WIB
Bentrokan bersenjata di Irak pasca mundurnya ulama Syiah Moqtada al-Sadr terus berlanjut, menewaskan 30 orang. Foto/Al Araby
BAGHDAD - Bentrokan bersenjata antara dua kubu yang saling bersaing dalam perpolitikan Irak terus berlangsung. Kantor berita Al Jazeera melaporkan situasi di Ibu Kota Irak, Baghdad, tetap dipenuhi ketegangan.
Dalam laporannya, Al Jazeera mengutip sumber-sumber media menyatakan 30 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat bentrokan tersebut.
"Kami telah mendengar suara tembakan semalam, senjata sedang dan ringan telah digunakan, kami mendengar juga beberapa ledakan di dalam Zona Hijau terdengar jelas pagi ini," lapor reporter Al Jazeera.
Baca juga: Sekjen PBB Seru Semua Pihak Menahan Diri di Irak
“Situasinya sangat tegang dan tampaknya semua upaya untuk mengurangi ketegangan belum membuahkan hasil. Ada seruan kepada Grand Marji'a, referensi agama Grand Syiah di kota Najaf untuk campur tangan mengakhiri konflik ini, ”katanya.
“Banyak orang di sini percaya bahwa karena semua mediasi telah gagal, karena semua upaya untuk meredakan belum mencapai solusi, maka satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri konfrontasi militer ini, menurut mereka, adalah intervensi dari Grand Marji'," sambungnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Qatar itu Selasa (30/8/2022).
Dalam laporannya, Al Jazeera mengutip sumber-sumber media menyatakan 30 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat bentrokan tersebut.
"Kami telah mendengar suara tembakan semalam, senjata sedang dan ringan telah digunakan, kami mendengar juga beberapa ledakan di dalam Zona Hijau terdengar jelas pagi ini," lapor reporter Al Jazeera.
Baca juga: Sekjen PBB Seru Semua Pihak Menahan Diri di Irak
“Situasinya sangat tegang dan tampaknya semua upaya untuk mengurangi ketegangan belum membuahkan hasil. Ada seruan kepada Grand Marji'a, referensi agama Grand Syiah di kota Najaf untuk campur tangan mengakhiri konflik ini, ”katanya.
“Banyak orang di sini percaya bahwa karena semua mediasi telah gagal, karena semua upaya untuk meredakan belum mencapai solusi, maka satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri konfrontasi militer ini, menurut mereka, adalah intervensi dari Grand Marji'," sambungnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Qatar itu Selasa (30/8/2022).
Lihat Juga :