Cegah Pembebasan Umar Patek, PM Australia Didesak Intervensi Indonesia

Senin, 29 Agustus 2022 - 11:22 WIB
Kemish, yang mengkoordinir tanggapan antar-lembaga Australia terhadap bom Bali, mengatakan panggilan telepon pukul 01.30 pagi dari Duta Besar Indonesia Rick Smith—duta besar saat bom Bali terjadi—yang memperingatkannya tentang serangan itu tetap terpampang di ingatannya. Perannya termasuk evakuasi medis yang panik dan identifikasi korban tragedi, di tengah frustrasi dan kemarahan yang luar biasa.

Dia ingat bagaimana emosi begitu tinggi sehingga hingga lima keluarga mencoba untuk mengeklaim identifikasi hanya satu set jenazah.

Kemish juga segera menyadari dampak luar biasa pada warga negara bagian Western Australia (WA), yang telah lama menggunakan Bali sebagai taman bermain liburannya.

“Ada 88 warga negara Australia yang terbunuh, 16 di antaranya berasal dari Negara Bagian ini dan tujuh dari satu klub sepak bola,” papar Kemish.

“WA dan Perth, khususnya, terkena dampak secara tidak proporsional oleh kekejaman ini. Itu terasa sangat dalam di sini dan saya menyadarinya sejak dini hari," ujarnya.

“WA sangat penting dalam pikiran kami dan masih cukup jelas, tetapi saya tidak suka membicarakannya memengaruhi saya ketika itu berdampak lebih banyak orang jauh lebih signifikan.”

Dalam hal itu, dia mengatakan bahwa dia memiliki perasaan campur aduk saat menerima keanggotaan Ordo Australia atas kepemimpinannya dalam tanggapan Australia terhadap serangan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!