Mengapa Negara-Negara Arab Terpecah dalam Normalisasi Hubungan dengan Israel?

Kamis, 25 Agustus 2022 - 23:00 WIB
Berbeda dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain, Kuwait dan Aljazair menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menormalkan hubungan dengan Israel sampai status negara Palestina berdaulat tercapai.

Lebih lanjut, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune menyebut negara tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka yang memihak Israel.

Baca: Hamas Tolak Keras Normalisasi Hubungan Turki dan Israel

"Masalah Palestina adalah suci bagi kami dan itu adalah ibu dari semua masalah dan tidak akan diselesaikan kecuali dengan mendirikan negara Palestina, dengan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Suci sebagai ibu kotanya," kata Tebboune.

Keputusan negara-negara Arab yang terpecah belah ini tentu menimbulkan pertanyaan, apakah memang seluruh negara Arab ini memang tidak bisa bersatu atau ada penyebab lain yang mendasarinya.

Dikutip dari laman Aa, Akademisi Palestina Amjad Shihab menyebut bahwa normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel merupakan fakta yang membuka kedok bahwa mereka hanya berpura-pura membantu Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!