Uni Eropa Dilanda Kekeringan Terburuk dalam 500 Tahun, Dampaknya Mengkhawatirkan
Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:35 WIB
Baca juga: 182 Hari Dijajah Rusia, Ukraina Optimistis Raih Kemenangan
Para ilmuwan memprediksi penurunan hasil panen musim panas karena kondisi ekstrim, dengan kinerja pertanian biji-bijian jagung, bunga matahari, dan kedelai mencapai yang terburuk dan turun masing-masing sebesar 16%, 15%, dan 12%.
Namun, menurut JRC, ada hikmahnya dalam panen musim dingin yang melihat hasil yang agak lebih baik.
“Menurut ahli JRC, kekeringan saat ini tampaknya masih yang terburuk sejak setidaknya 500 tahun. Data akhir di akhir musim akan mengkonfirmasi penilaian awal ini,” ungkap komisi tersebut.
Komisioner Eropa untuk Inovasi, Penelitian, Budaya, Pendidikan dan Pemuda Mariya Gabriel mengatakan kombinasi kekeringan parah dan gelombang panas menciptakan "tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada tingkat air di seluruh UE.
Para ilmuwan memprediksi penurunan hasil panen musim panas karena kondisi ekstrim, dengan kinerja pertanian biji-bijian jagung, bunga matahari, dan kedelai mencapai yang terburuk dan turun masing-masing sebesar 16%, 15%, dan 12%.
Namun, menurut JRC, ada hikmahnya dalam panen musim dingin yang melihat hasil yang agak lebih baik.
“Menurut ahli JRC, kekeringan saat ini tampaknya masih yang terburuk sejak setidaknya 500 tahun. Data akhir di akhir musim akan mengkonfirmasi penilaian awal ini,” ungkap komisi tersebut.
Komisioner Eropa untuk Inovasi, Penelitian, Budaya, Pendidikan dan Pemuda Mariya Gabriel mengatakan kombinasi kekeringan parah dan gelombang panas menciptakan "tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada tingkat air di seluruh UE.
Lihat Juga :