Pasukan Rusia Mulai Lancarkan Serangan ke Dua Kota di Timur Ukraina
Minggu, 07 Agustus 2022 - 18:45 WIB
Baca: Biaya Perang yang Dikeluarkan Rusia untuk Perang di Ukraina
Sementara Gubernur wilayah Dnipropetrovsk timur mengatakan, tiga warga sipil terluka setelah roket Rusia jatuh di lingkungan perumahan di Nikopol, sebuah kota di seberang Sungai Dnieper dari pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Pembangkit nuklir telah berada di bawah kendali Rusia sejak pasukan Moskow merebutnya di awal perang.
“Setelah tengah malam, tentara Rusia menyerang area Nikopol dengan roket Grad (era Soviet), dan area Kryvyi Rih dari artileri barel,” tulis Valentyn Reznichenko di Telegram.
Serangan rudal Rusia lainnya semalam merusak infrastruktur yang tidak ditentukan di ibukota regional Zaporizhzhia. Pada hari Kamis, Rusia menembakkan 60 roket ke Nikopol, merusak 50 bangunan tempat tinggal di kota berpenduduk 107.000 dan membuat penduduk tanpa listrik.
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional, memperingatkan minggu ini bahwa situasi menjadi lebih berbahaya dari hari ke hari di pabrik Zaporizhzhia. "Setiap prinsip keselamatan nuklir telah dilanggar. Apa yang dipertaruhkan sangat serius," tegasnya.
Sementara Gubernur wilayah Dnipropetrovsk timur mengatakan, tiga warga sipil terluka setelah roket Rusia jatuh di lingkungan perumahan di Nikopol, sebuah kota di seberang Sungai Dnieper dari pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Pembangkit nuklir telah berada di bawah kendali Rusia sejak pasukan Moskow merebutnya di awal perang.
“Setelah tengah malam, tentara Rusia menyerang area Nikopol dengan roket Grad (era Soviet), dan area Kryvyi Rih dari artileri barel,” tulis Valentyn Reznichenko di Telegram.
Serangan rudal Rusia lainnya semalam merusak infrastruktur yang tidak ditentukan di ibukota regional Zaporizhzhia. Pada hari Kamis, Rusia menembakkan 60 roket ke Nikopol, merusak 50 bangunan tempat tinggal di kota berpenduduk 107.000 dan membuat penduduk tanpa listrik.
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional, memperingatkan minggu ini bahwa situasi menjadi lebih berbahaya dari hari ke hari di pabrik Zaporizhzhia. "Setiap prinsip keselamatan nuklir telah dilanggar. Apa yang dipertaruhkan sangat serius," tegasnya.
(esn)
Lihat Juga :