NATO Ungkap Tujuan Utamanya dalam Perang Rusia dan Ukraina
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 07:50 WIB
Bantuan militer semacam itu telah berulang kali dikritik Moskow.
Baca juga: Taiwan Samakan China dengan Korea Utara karena Lakukan Ini
Pada Juli, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam wawancara kepada RT bahwa Ukraina sedang "dipompa" dengan perangkat keras militer Barat.
Lavrov menegaskan, "Ukraina dipaksa menggunakan senjata ini dengan cara yang semakin berisiko sehingga mencegah Kiev membuat tindakan konstruktif apa pun."
Dalam pidatonya pada Kamis, Stoltenberg mengklaim Putin pada akhirnya gagal mencapai tujuannya, karena bukannya NATO mengurangi kehadirannya di Eropa Timur dan memperlambat ekspansinya, aliansi tersebut telah menjadi "lebih kuat dan lebih terkonsolidasi" dengan aksesi yang akan datang, Swedia dan Finlandia.
“Memperkuat pertahanan di sisi timur NATO sangat penting, di tengah upaya mencegah kemenangan Rusia di Ukraina,” papar dia.
Namun demikian, dia menegaskan kembali bahwa NATO bukan “pihak dalam konflik” dan tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.
Dalam wawancara sebelumnya dengan penyiar publik Norwegia NRK, kepala NATO itu menunjukkan aliansi itu tidak berkewajiban campur tangan dalam konflik karena Ukraina bukan negara anggota.
Baca juga: Taiwan Samakan China dengan Korea Utara karena Lakukan Ini
Pada Juli, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam wawancara kepada RT bahwa Ukraina sedang "dipompa" dengan perangkat keras militer Barat.
Lavrov menegaskan, "Ukraina dipaksa menggunakan senjata ini dengan cara yang semakin berisiko sehingga mencegah Kiev membuat tindakan konstruktif apa pun."
Dalam pidatonya pada Kamis, Stoltenberg mengklaim Putin pada akhirnya gagal mencapai tujuannya, karena bukannya NATO mengurangi kehadirannya di Eropa Timur dan memperlambat ekspansinya, aliansi tersebut telah menjadi "lebih kuat dan lebih terkonsolidasi" dengan aksesi yang akan datang, Swedia dan Finlandia.
“Memperkuat pertahanan di sisi timur NATO sangat penting, di tengah upaya mencegah kemenangan Rusia di Ukraina,” papar dia.
Namun demikian, dia menegaskan kembali bahwa NATO bukan “pihak dalam konflik” dan tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.
Dalam wawancara sebelumnya dengan penyiar publik Norwegia NRK, kepala NATO itu menunjukkan aliansi itu tidak berkewajiban campur tangan dalam konflik karena Ukraina bukan negara anggota.
Lihat Juga :