Rusia: Kerja Sama dengan Barat Telah Berakhir

Kamis, 04 Agustus 2022 - 03:31 WIB
Analis itu menambahkan perpisahan itu menghilangkan “ilusi terakhir” yang mungkin dimiliki Rusia tentang manfaat “pengambilalihan secara bersahabat” negara mereka oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya setelah runtuhnya Uni Soviet.

Ia menilai di tengah konfrontasi saat ini, persamaan irasional Barat dengan ‘progresif’, Barat dengan ‘menarik’ oleh sebagian orang di Rusia sudah tidak lagi “up to date”. Suasana hati seperti itu, katanya, bertahan dalam berbagai bentuk sejak zaman Peter Agung, yang memerintah negara itu pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18.

Artikel 3.500 kata tersebut memberikan pratinjau pembaruan konsep kebijakan luar negeri Rusia yang akan datang, sebuah dokumen yang memandu pekerjaan Kementerian Luar Negeri dan bagian lain dari pemerintah.

Moskow memandang sebagai tak terelakkan kedatangan tatanan dunia multipolar, yang akan menggantikan momen singkat unipolaritas pimpinan AS yang muncul pada 1990-an.

Baca juga: Rusia Bandingkan Perjalanan Lavrov dan Pelosi ke Asia, Ini Bedanya

Beberapa blok "peradaban", masing-masing dipimpin oleh negara kuat seperti AS, China atau Rusia, akan menjadi pemangku kepentingan di masa depan, tetapi konfigurasi yang tepat belum ditentukan, prediksi Drobinin.

Diplomat itu menuduh AS secara aktif merusak lembaga-lembaga internasional dan sebaliknya mengacaukan dunia dalam upaya sia-sia untuk menunda pengurangan kekuatannya. Rusia berada di garis depan menentang Washington, katanya.

“Kita harus menyadari bahwa kolektif Barat yang berpikiran Russophobic adalah lawan yang berbahaya dan termotivasi…yang tetap kuat, memiliki potensi teknologi militer terkemuka dan mengendalikan sebagian besar pasar global, sumber daya keuangan, rantai logistik, dan arus informasi,” dia memperingatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!