Polisi Sri Lanka Tangkap Pentolan Demo yang Gulingkan Gotabaya Rajapaksa
Jum'at, 29 Juli 2022 - 02:00 WIB
Penangkapan kedua aktivis itu terjadi sehari setelah pemimpin mahasiswa Dhaniz Ali ditangkap, ketika dia menaiki penerbangan menuju Dubai di bandara utama negara itu pada malam hari. Polisi mengatakan ada surat perintah penangkapannya sehubungan dengan kasus pengadilan hakim, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pada Rabu, anggota parlemen juga meresmikan keadaan darurat yang diberlakukan oleh Wickremesinghe hingga pertengahan Agustus. Ordonansi darurat, yang memberdayakan pasukan untuk menangkap dan menahan tersangka untuk waktu yang lama, akan berakhir pada hari Rabu jika tidak diratifikasi oleh parlemen.
Baca: Pekan Depan, Kantor Kepresidenan Sri Lanka Kembali Dibuka
Polisi pekan lalu menghancurkan kamp protes anti-pemerintah utama di ibu kota dalam serangan sebelum fajar yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan diplomat asing dan kelompok hak asasi manusia.
Kemarahan publik membara selama berbulan-bulan di Sri Lanka sebelum demonstrasi besar-besaran pada 9 Juli yang mengakhiri kekuasaan Rajapaksa. Dia telah disalahkan karena salah mengelola keuangan negara dan mengarahkan ekonomi ke dalam kejatuhan setelah negara kehabisan mata uang asing yang dibutuhkan untuk mengimpor barang-barang vital.
Pada Rabu, anggota parlemen juga meresmikan keadaan darurat yang diberlakukan oleh Wickremesinghe hingga pertengahan Agustus. Ordonansi darurat, yang memberdayakan pasukan untuk menangkap dan menahan tersangka untuk waktu yang lama, akan berakhir pada hari Rabu jika tidak diratifikasi oleh parlemen.
Baca: Pekan Depan, Kantor Kepresidenan Sri Lanka Kembali Dibuka
Polisi pekan lalu menghancurkan kamp protes anti-pemerintah utama di ibu kota dalam serangan sebelum fajar yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan diplomat asing dan kelompok hak asasi manusia.
Kemarahan publik membara selama berbulan-bulan di Sri Lanka sebelum demonstrasi besar-besaran pada 9 Juli yang mengakhiri kekuasaan Rajapaksa. Dia telah disalahkan karena salah mengelola keuangan negara dan mengarahkan ekonomi ke dalam kejatuhan setelah negara kehabisan mata uang asing yang dibutuhkan untuk mengimpor barang-barang vital.
Lihat Juga :