Militer Ukraina: Rusia Serang Odesa dengan Rudal Jelajah Kalibr

Sabtu, 23 Juli 2022 - 20:10 WIB
Kesepakatan ekspor Jumat berusaha untuk mencegah kelaparan di antara puluhan juta orang di negara-negara miskin dengan menyuntikkan lebih banyak gandum, minyak bunga matahari, pupuk dan produk lainnya ke pasar dunia termasuk untuk kebutuhan kemanusiaan, sebagian dengan harga lebih rendah.

Baca: Ukraina Sangkal Klaim Rusia Hancurkan 4 Sistem Roket Canggih HIMARS Amerika

Pejabat senior PBB, yang memberi pengarahan kepada wartawan pada Jumat, mengatakan, kesepakatan itu diharapkan akan beroperasi penuh dalam beberapa minggu dan akan memulihkan pengiriman biji-bijian dari tiga pelabuhan yang dibuka kembali ke tingkat sebelum perang sebesar 5 juta ton per bulan.

Berdasarkan kesepakatan itu, pejabat Ukraina akan memandu kapal melalui saluran aman melintasi perairan yang ditambang ke tiga pelabuhan, termasuk Odesa, di mana mereka akan memuat biji-bijian.

Moskow telah membantah bertanggung jawab atas krisis tersebut dan menyalahkan sanksi Barat karena memperlambat ekspor makanan dan pupuknya sendiri dan Ukraina karena menambang pendekatan ke pelabuhan Laut Hitamnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!