Evakuasi Medis Terpanjang, Pasien India Diterbangkan 26 Jam dari AS

Jum'at, 22 Juli 2022 - 16:51 WIB
ICATT yang didirikan pada tahun 2017 memiliki 25 dokter dan 25 ahli perfusi. Badan ini memiliki dua pesawat di India, satu biasanya diparkir di kota selatan sementara yang lain di kota timur Kolkata di negara bagian Benggala Barat.

"Pesawat kedua dipindahkan dari Ibu Kota, New Delhi, ke Kolkata karena permintaan yang tinggi dari pasien di negara bagian timur laut," ujar Nalwad.

Baca juga: Tragis! Bayi 4 Bulan Tewas Dilempar dari Atas Gedung oleh Sekelompok Monyet

Banyak pasien dari negara bagian timur laut dan utara India menggunakan layanan ini untuk bepergian ke rumah sakit di selatan, di mana infrastruktur dan fasilitas medisnya lebih baik.

Diungkapkan Nalwad, memindahkan pesawat ke Kolkata telah memangkas biaya. Sebelumnya seorang pasien akan membayar USD17.500 atau sekitar Rp262,5 jutauntuk terbang dari Kolkata ke kota besar di selatan, sekarang mereka hanya akan dikenakan biaya sekitar setengah dari jumlah itu.

"Penerbangan baru-baru ini, dari Portland ke Chennai mahal," ucap Nalwad, tanpa memberikan nominalnya. Tetapi laporan berita memperkirakan bahwa biaya perjalanan sekitar 10 juta rupee atau sekitar Rp1,8 miliar.

ICATT, kata Dr Nalwad, mengangkut sekitar dua-tiga pasien setiap hari. Mereka juga mengangkut organ untuk transplantasi dan tim bedah.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!