Sekutu Rajapaksa Diangkat Jadi PM Baru, Tentara Sri Lanka Bongkar Kamp Demonstran
Jum'at, 22 Juli 2022 - 14:53 WIB
Pasukan komando dan polisi Satgas Khusus bersenjatakan tongkat dan senapan serbu menyerbu para pengunjuk rasa yang berkemah di Sekretariat Presiden.
Kantor kelompok hak asasi Amnesty International Asia Selatan mencuit bahwa situs tersebut telah diserang oleh polisi dan militer pada Jumat dini hari setelah mengepungnya dan menangkap para demonstran.
Tentara menyingkirkan barikade yang didirikan oleh pengunjuk rasa yang menghalangi gerbang utama gedung, yang berhasil ditaklukkan sebagian oleh para demonstran awal bulan ini.
Penyelenggara pengunjuk rasa mengatakan setidaknya 50 demonstran terluka, termasuk beberapa wartawan yang dipukuli oleh pasukan keamanan.
Penggerebekan itu terjadi beberapa jam sebelum para pengunjuk rasa akan mengosongkan daerah itu. Mereka telah mengumumkan rencana untuk menyerahkan gedung itu setelah pelantikan Kabinet baru.
Baca juga: PM Sri Lanka Terpilih Jadi Presiden Gantikan Gotabaya Rajapaksa yang Kabur
Seorang juru bicara polisi mengatakan sembilan orang telah ditangkap dan mereka tidak memiliki hak hukum untuk menahan situs tersebut.
Kantor kelompok hak asasi Amnesty International Asia Selatan mencuit bahwa situs tersebut telah diserang oleh polisi dan militer pada Jumat dini hari setelah mengepungnya dan menangkap para demonstran.
Tentara menyingkirkan barikade yang didirikan oleh pengunjuk rasa yang menghalangi gerbang utama gedung, yang berhasil ditaklukkan sebagian oleh para demonstran awal bulan ini.
Penyelenggara pengunjuk rasa mengatakan setidaknya 50 demonstran terluka, termasuk beberapa wartawan yang dipukuli oleh pasukan keamanan.
Penggerebekan itu terjadi beberapa jam sebelum para pengunjuk rasa akan mengosongkan daerah itu. Mereka telah mengumumkan rencana untuk menyerahkan gedung itu setelah pelantikan Kabinet baru.
Baca juga: PM Sri Lanka Terpilih Jadi Presiden Gantikan Gotabaya Rajapaksa yang Kabur
Seorang juru bicara polisi mengatakan sembilan orang telah ditangkap dan mereka tidak memiliki hak hukum untuk menahan situs tersebut.
Lihat Juga :