Konflik Ukraina Adalah Perang Dunia Antara Rusia Lawan Barat
Kamis, 14 Juli 2022 - 23:30 WIB
Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus sebagai tanggapan atas permintaan bantuan oleh para kepala republik Donbass. Dia menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina, tetapi bertujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut. Setelah itu, negara-negara Barat memberlakukan sanksi keras terhadap Rusia.
Serbia, yang memiliki ikatan kuat dengan Rusia secara politik, ekonomi, dan budaya, sejauh ini menolak berpihak pada Barat dalam menjatuhkan sanksi atas perang Putin melawan Ukraina, yang dimulai pada akhir Februari. Negara ini hampir seluruhnya bergantung pada gas Rusia.
Presiden Serbia itu mengatakan negaranya, yang merupakan calon anggota Uni Eropa, sekarang berada dalam posisi sulit karena tekanan untuk bergabung dengan Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Baca juga: Anastasia Savitskaya, Tentara Wanita Rusia Pertama yang Tewas dalam Perang Ukraina
Vucic mengatakan dia menyadari betapa banyak dari anggota Uni Eropa yang marah atas masalah ini.
Serbia, yang memiliki ikatan kuat dengan Rusia secara politik, ekonomi, dan budaya, sejauh ini menolak berpihak pada Barat dalam menjatuhkan sanksi atas perang Putin melawan Ukraina, yang dimulai pada akhir Februari. Negara ini hampir seluruhnya bergantung pada gas Rusia.
Presiden Serbia itu mengatakan negaranya, yang merupakan calon anggota Uni Eropa, sekarang berada dalam posisi sulit karena tekanan untuk bergabung dengan Barat dalam menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Baca juga: Anastasia Savitskaya, Tentara Wanita Rusia Pertama yang Tewas dalam Perang Ukraina
Vucic mengatakan dia menyadari betapa banyak dari anggota Uni Eropa yang marah atas masalah ini.
(ian)
Lihat Juga :