Sri Lanka Kacau Balau, AS Salahkan Rusia

Senin, 11 Juli 2022 - 09:13 WIB
Penjatahan bahan bakar minyak diperkenalkan awal bulan ini, dan polisi bersenjata serta pasukan telah dikerahkan ke pompa-pompa bensin.

Krisis ini telah dikaitkan dengan pandemi COVID-19, yang membuat negara kepulauan itu kehilangan pendapatan pariwisata yang vital.

Peningkatan pengeluaran pemerintah, pemotongan pajak, dan pelonggaran kuantitatif mendorong inflasi ke atas.

Sekitar 100.000 orang diyakini telah mengepung kediaman presiden Sri Lanka di Colombo pada hari Sabtu. Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe keduanya kemudian mengumumkan pengunduran diri mereka di tengah kerusuhan massal.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!