Lima Bulan Perang, Rusia Kuasai 22% Lahan Pertanian Ukraina
Kamis, 07 Juli 2022 - 21:58 WIB
Para ilmuwan NASA mengatakan gangguan panen dan penanaman akibat perang -- termasuk petani yang melarikan diri dari perang, kurangnya tenaga kerja, dan ladang yang bopeng akibat penembakan -- dapat berdampak besar pada pasokan makanan global.
"Keranjang roti dunia sedang berperang," kata Inbal Becker-Reshef, direktur program Harvest NASA, yang menggunakan data satelit AS dan Eropa untuk mempelajari produksi pangan global seperti dikutip dari France24, Kamis (7/7/2022).
Menurut data AS, sebelum perang Ukraina memasok 46 persen minyak bunga matahari yang diperdagangkan di pasar global, sembilan persen gandum, 17 persen jelai, dan 12 persen jagung.
Invasi Rusia telah memblokir ekspor makanan dari Odessa, pelabuhan utama di Laut Hitam, dan menghancurkan infrastruktur penyimpanan serta transportasi di beberapa daerah.
Baca juga: Rusia Mengaku Hancurkan 2 HIMARS AS di Ukraina timur, Kiev Membantah
"Keranjang roti dunia sedang berperang," kata Inbal Becker-Reshef, direktur program Harvest NASA, yang menggunakan data satelit AS dan Eropa untuk mempelajari produksi pangan global seperti dikutip dari France24, Kamis (7/7/2022).
Menurut data AS, sebelum perang Ukraina memasok 46 persen minyak bunga matahari yang diperdagangkan di pasar global, sembilan persen gandum, 17 persen jelai, dan 12 persen jagung.
Invasi Rusia telah memblokir ekspor makanan dari Odessa, pelabuhan utama di Laut Hitam, dan menghancurkan infrastruktur penyimpanan serta transportasi di beberapa daerah.
Baca juga: Rusia Mengaku Hancurkan 2 HIMARS AS di Ukraina timur, Kiev Membantah
Lihat Juga :