Tawarkan Hadiah untuk Kepala Nupur Sharma, Ulama Keturunan Nabi Ditangkap di India
Kamis, 07 Juli 2022 - 07:08 WIB
Menurut polisi, Chishti adalah seorang khadim bersertifikat dari Ajmer Dargah dan juga seorang pemilih di Anjuman.
Baca juga: 10 Perkembangan Terbaru Pria Hindu Dibunuh karena Dukung Penghina Nabi Muhammad
Dalbeer Singh, pejabat polisi di Kantor Polisi Dargah di Ajmer, mengatakan, "Sekitar tiga pekan yang lalu, dua hingga tiga hari setelah pernyataan Sharma, dia (Chishti) telah merekam video di mana dia menyatakan bahwa jika dia mampu, dia akan menembak Sharma."
"Dia mengatakan karena Sharma telah menghina Nabi, Chishti akan memberikan rumah dan tanahnya kepada siapa pun yang membawakannya kepala Sharma," ujar pejabat itu.
Klip video itu muncul di tengah pembunuhan dua warga Hindu, yaitu apoteker Umesh Kolhe dan penjahit Kanhaiya Lal, masing-masing di negara bagian Maharashtra dan Rajasthan karena mendukung pernyataan kontroversial Nupur Sharma tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Sharma telah meminta maaf karena telah membuat pernyataan selama debat televisi dan karena menyakiti perasaan orang.
Partai Bharatiya Janata (BJP) juga menolak pernyataan kontroversial yang dia buat sebagai juru bicaranya, dan menskorsnya dari partai.
Baca juga: 10 Perkembangan Terbaru Pria Hindu Dibunuh karena Dukung Penghina Nabi Muhammad
Dalbeer Singh, pejabat polisi di Kantor Polisi Dargah di Ajmer, mengatakan, "Sekitar tiga pekan yang lalu, dua hingga tiga hari setelah pernyataan Sharma, dia (Chishti) telah merekam video di mana dia menyatakan bahwa jika dia mampu, dia akan menembak Sharma."
"Dia mengatakan karena Sharma telah menghina Nabi, Chishti akan memberikan rumah dan tanahnya kepada siapa pun yang membawakannya kepala Sharma," ujar pejabat itu.
Klip video itu muncul di tengah pembunuhan dua warga Hindu, yaitu apoteker Umesh Kolhe dan penjahit Kanhaiya Lal, masing-masing di negara bagian Maharashtra dan Rajasthan karena mendukung pernyataan kontroversial Nupur Sharma tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Sharma telah meminta maaf karena telah membuat pernyataan selama debat televisi dan karena menyakiti perasaan orang.
Partai Bharatiya Janata (BJP) juga menolak pernyataan kontroversial yang dia buat sebagai juru bicaranya, dan menskorsnya dari partai.
Lihat Juga :